Show simple item record

dc.contributor.advisorTambunan, Bedyaman
dc.contributor.advisorNandika, Dodi
dc.contributor.authorAgtriariny, Silvy
dc.date.accessioned2024-05-13T00:53:21Z
dc.date.available2024-05-13T00:53:21Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149167
dc.description.abstractPenurunan mutu kayu karena serangan jamur pewarna me- rupakan suatu kerugian, karena permukaan kayu akan menjadi berwarna kotor kehitam-hitaman atau kebiru-biruan. Indus- tri pengolah kayu PT Surya Sindoro Sumbing Wood Industry yang mengolah kayu-kayu berwarna cerah seperti pinus dan sengon sering menghadapi masalah tersebut. Serangan jamur pewarna terjadi pada saat kayu ditumpuk dalam suatu ruang di bawah atap sebelum dikeringkan di dalam tanur. Penum- pukan sementara tersebut dilakukan karena kapasitas tungku pengering yang dimiliki perusahaan lebih kecil dibanding dengan kapasitas produksi penggergajiannya. Salah satu alternatif yang mungkin diterapkan untuk mencegah serangan jamur pewarna terhadap kayu selama waktu penumpukan adalah melalui pengawetan kayu (metode celup). Namun demikian sampai saat ini pihak pengelola perusahaan belum mengetahui jenis dan konsentrasi bahan pengawet yang layak digunakan. Berdasarkan pertimbangan tersebut telah dilakukan suatu uji coba pencegahan serangan jamur pewarna pada kayu gergajian basah dengan tiga jenis bahan pengawet yaitu: Impralit B1 (35.52% Boraks, 35.52% Asam Borat, dan...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForetry productsid
dc.subject.ddcWood preservationid
dc.titleUsaha pencegahan serangan jamur pewarna pada kayu pinus dan sengon dengan bahan pengawet impralit B1, Basimet 540, dan farmay plus d PT. Surya Sindoro Sumbing Wood Industry Wonosobo, Jawa Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record