Produksi umbi mini kentang Solanum tuberosum L.) : pengaruh media dan jenis stek mikro
View/ Open
Date
1995Author
Dewi, Diana Kemala
Wattimena, G. A.
Purwito, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, PAU, Darmaga, IPB dan rumah plastik, Sub Balithor, Cipa- nas. Percobaan dimulai bulan Desember 1993 sampai bulan Maret 1994, yang bertujuan untuk mengetahui jenis media, perlakuan media dan jenis stek terhadap pertumbuhan dan produksi umbi mini kentang.
Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial terdiri atas 3 faktor yaitu 6 jenis media {kompos 100%, Kasting-subsoil (0% : 100%), kasting-subsoil (25% : 75%), kasting-subsoil (50% : 50%), kasting- subsoil (75% : 25%) dan kasting-subsoil (100% : 0%)}; 2 jenis perlakuan media (tanpa sterilisasi dan sterilisasi) dan 2 jenis stek (stek pucuk dan stek dua buku). Setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Stek mikro berasal dari kultivar DTO-28. Percobaan terdiri dari 2 tahap yaitu tahap perbanyakan stek mikro dilakukan di Labora- torium Kultur Jaringan, PAU, Darmaga, IPB dan tahap aklimatisasi sampai panen dilakukan di rumah plastik, Sub Balithor, Cipanas. Pengamatan dilakukan pada tahap aklimatisasi sampai panen. Pada umur 1 MST - 2 MST dilakukan pengamatan terhadap persentase tumbuh tanaman. Pengamatan pada umur 3 MST 8 MST dilakukan setiap minggu terhadap tinggi tanaman, jumlah buku dan panjang ruas. Saat panen dilakukan pengamatan jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per wadah, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per wadah, pengkelasan umbi (jumlah umbi berukuran 1 g, 1-10g dan >10 g), rata-rata bobot basah umbi dan persentase berat kering umbi.
Hasil percobaan menunjukkan semakin tinggi konsen- trasi kasting semakin meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buku dan panjang ruas sampai konsentrasi 75%, setelah itu menurun. Stek pucuk memberikan nilai lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah buku dan panjang ruas dan pengke- lasan umbi Stek dua buku memberikan nilai lebih baik terhadap jumlah umbi per tanaman. Jumlah umbi per tana- man dan persentase berat kering umbi semakin meningkat bila konsentrasi kasting semakin meningkat…dst

