Analisis pengembalian persediaan bahan pembantu perkebunan : Studi kasus pada PT. GGPC, Lampung Tengah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengadaan dan pengenda- lian bahan pembantu, menganalisis tingkat persediaan yang optimal dan memperkira- kan kebutuhan bahan pembantu pada tahun 1995 sekaligus merencanakan tingkat persediaan yang optimal untuk tahun tersebut.
Penelitian dilakukan di PT. Great Giant Pineapple Co. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja karena PT. GGPC merupakan perusahaan pengalengan nenas yang mengusahakan perkebunan sendiri untuk memenuhi kebu- tuhan bahan bakunya sehingga perlu menyelenggarakan persediaan bahan pembantu. PT. GGPC juga merupakan produsen nenas kaleng terbesar di Indonesia yang berproduksi secara kontinyu.
Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data ini kemu- dian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mempelajari sistem pengendalian persediaan bahan pembantu, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kebutuhan bahan pembantu pada periode berikutnya (tahun 1995) dan menentukan tingkat persediaan yang optimal.
Dalam penelitian ini, bahan pembantu yang dianalisis adalah Urea, KCL dan Hyvar-X. Pemilihan ketiga jenis bahan ini didasarkan pada tingkat nilai pemakaian, kontinuitas pemakaian dan ketersediaan bahan pembantu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan bahan pembantu Urea dan KCL di PT. GGPC adalah sistem pemesanan yang dilakukan pada saat persediaan mencapai titik atau tingkat tertentu yaitu 100 ton untuk Urea dan 50 ton untuk KCL, sedangkan untuk Hyvar-X, pemesanan yang dilakukan tidak tetap, tergantung kepada kebutuhan dan tingkat persediaan. Sistem pembelian yang dilakukan perusahaan adalah sistem pembelian sebelumnya di mana perusahaan membeli dalam jumlah yang melebihi kebutuhan sekarang. Pembelian Urea dan KCL yang dilakukan perusahaan jumlahnya tetap yaitu 200 ton dan 100 ton, sedangkan frekuensi pembelian yang terjadi dalam setahun tidak tetap. Untuk pem- belian Hyvar-X, baik jumlah maupun frekuensinya dalam setahun, tidak tetap.
Pengendalian persediaan dilakukan dengan cara membuat laporan harian persediaan pupuk dan obat-obatan sehingga dapat diketahui tingkat persediaan setiap waktu oleh bagian-bagian yang berkepentingan. Di samping itu juga dilakukan stock opname dalam periode tertentu…dst
