| dc.identifier.citation | Akhter S, Alamgir M, Sohel Md SI, Rana Md P, Ahmed SJM, Chowdhury MSH. 2010. The role of women in traditional farming system as practiced in homegardens: a case study in Sylhet Sadar Upazila, Bangladesh. Trop Conserv Sci. 3(1): 17–30. Albuquerque UP, Andrade LHC, Ceballero J. 2005. Struktur dan Bunga Pekarangan di Brasil Timur Laut. J Lingkungan Kering. 62: 491–506. Ali MS. 2020. Dinamika tutupan lahan serta pengaruhnya pada struktur dan fungsi vegetasi pekarangan di Jawa Barat. [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Ali MS, Arifin HS, Nurhayati, Astawan M. 2022. Pekarangan model for supporting food resiliency on household level in transmigration area, East Lampung. JPSL. 12(3): 522–533. Arifin HS. 1998. Study on the vegetation structure of pekarangan and its changes in West Java, Indonesia. [dissertation]. Japan: Okayama University. Arifin HS, Arifin NHS. 2005. Pemeliharaan Tanaman (Edisi Revisi). Jakarta (ID): Penebar Swadaya. Arifin HS, Munandar A, Arifin NHS, Kaswanto RL. 2009. Revitalisasi Praktek Agroforestri di Pedesaan. Buku Seri II. Bogor: Biro Perencanaan Sekjen Deptan bekerjasama dengan Departemen ARL, Faperta IPB. Arifin HS, Munandar A, Kaswanto RL, Schultink G. 2012. The role and impacts of small-scale, homestead agro-forestry systems (“pekarangan”) on household prosperity: an analysis of agro-ecological zones of Java, Indonesia. Int’l J of Agri Science. 2(10): 896–914. Arifin HS. 2013. Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekaragaman dan Ketahan Pangan di Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar. Bogor (ID): IPB. Arifin HS, Wulandari C, Pramukanto Q, Kaswanto RL. 2013. Analisis Lanskap Agroforestri. Bogor (ID): IPB Press. Arifin HS, Nurhayati, Kaswanto, Budiadi, Irwan SNR, Faisal B, Dahlan MZ, Nadhiroh SR, Wahyuni TS, Ali MS. 2021. Landscape management strategy of pekarangan to increase community immunity during the Covid-19 pandemic in Java Indonesia – inductive research. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 918: 1–14. Ashari, Saptana, Purwantini TB. 2012. Potensi dan prospek pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahana pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 30(1): 13–30. Azra ALZ, Arifin HS, Astawan M, Arifin NH. (2017). Analisis Karakteristik Pekarangan dalam Mendukung Penganekaragaman Pangan Keluarga di Kabupaten Bogor. J Lanskap Indonesia. 6(2):1–12. [BPS] Badan Pusat Statistik. 2022. Kota Metro dalam Angka 2022. Metro (ID): BPS Kota Metro. Baharudin DF, Ali K, Jalil MA, Rofiq AA. 2021. Berkebun sebagai terapi kesihatan mental sewaktu pandemik Covid-19. J al-‘Abqari. 25(1): 97–114. Bettaieb DM, Alsabban R. 2021. Emerging living styles post-Covid-19: housing flexibility as a fundamental requirement for apartments in Jeddah. Archnet-IJAR: International Journal of Architectural Research. 15(1): 28–50. Cahya DL. 2014. Kajian peran pertanian perkotaan dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan (studi kasus: pertanian tanaman obat keluarga di Kelurahan Slipi, Jakarta Barat). Forum Ilmiah. 11(3):324–333. de Faria Coelho-Ravagnani C, Corgosinho FC, Sanches FLFZ, Prado CMM, Laviano A, Mota JF. 2021. Dietary recommendations during the COVID-19 pandemic. Nutrition Reviews. 79(4): 382–393. Dewi VAK, Putra RP, Haris A, Alam T. (2022). Limbah Dapur dan Pengelolaannya. Yogyakarta (ID): Bintang Pustaka Madani. [DK3P] Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan. 2023. Pertanian Dalam Angka (PDA). Metro (ID): DK3P Kota Metro. Efendi AZ, Purnasari I. 2021. Plant therapy sebagai upaya menjaga kesehatan mental di masa pandemi. Buletin Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 1(1): 27–31. Egerer M, Lin B, Kingsley J, Marsh P, Diekmann L, Ossola A. 2022. Gardening can relieve human stress and boost nature connection during the COVID-19 pandemic. Urban Forestry & Urban Greening. 68: 1–11. Forman RTT, Godron M. 1986. Landscape Ecology. New York (USA): John Wiley and Sons. Galhena DH, Freed R, Maredia KM. 2013. Home gardens: a promising approach to enhance household food security and wellbeing. Agriculture & Food Security. 2(1):1–13. Galluzzi G, Eyzaguirre P, Valeria N. 2010. Home gardens: neglected hotspots of agro-biodiversity and cultural diversity. Biodiversitu Conservation. 19: 3635–3654. Grove JM, Troy AR, O’Neil-Dunne JPM, Burch WR, Cadenasso ML, Picket STA. 2006. Characterization of household and its implications for the vegetation of urban ecosystems. Ecosystem. 9:578–597. Gunawan Y, Elven TMA. 2020. Budidaya lele terpal sebagai alternatif peningkatan kesejahteraan buruh pabrik di dukuh rejosari. Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal. 3(2): 155–162. Haryanto LI, Sukrianto, Maulana FA, Ulum M. 2022. Keragaan dan pendapatan usahatani tanaman hias aglaonema di masa New Normal. Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ. 1–11. Hasriyanti, Asrul, Yunus M. 2021. Bimbingan teknis pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) bagi petani bawang merah di Desa Soulove Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Abditani: J Pengabdian Masyarakat. 4(2): 111–114. Hsu E, Zhu B, Ding Z. 2020. Allium fistulosum congee as a home remedy to ward off the corona virus at an early stage. Integative Medicine Research. 9(3). Irwan SNR, Sarwadi A. 2015. Lanskap pekarangan produktif di permukiman perkotaan dalam mewujudkan lingkungan binaan berkelanjutan. Seminar Nasional Sains dan Teknologi. 1–11. Irwan SNR, Sarwadi A. 2016. Pemanfaatan ruang terbatas sekitar rumah di permukiman perkotaan melalui pengembangan lanskap produktif. Seminar Nasional Sains dan Teknologi. 1–18. Irwan SNR, Rogomulyo R, Trisnowati S. 2018. Pemanfaatan Pekarangan Melalui Pengembangan Lanskap Produktif di Desa Mangunan, Kabupaten Bantul Yogyakarta. J Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 23(2): 148–157. Irwan SNR, Handayani VDS, Ilmiah HH. 2023. Pekarangan pinggir kota untuk menyangga ekosistem perkotaan: pemanfaatan dan keanekaragaman tanaman. J Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 28(2): 244–254. Jesica J. 2019. Pengembangan pekarangan pada lanskap permukiman organik dan permukiman terencana di riparian Sungai Ciliwung, Kota Bogor. [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Kaklauskas A, Lepkova N, Raslanas S, Vetloviene I, Milevicius V, Sepliakov J. 2021. Covid-19 and green housing: a review of relevant literature. Energies. 14: 1–38. Karyani T, Djuendah E, Sukayat Y. 2021. Pemberdayaan masyarakat di masa pandemi melalui pertanian organik di lahan perkarangan kawasan perkotaan Jawa Barat. J Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. 10(2): 139–144. Kehlenbeck K, Arifin HS, Maass BL. 2007. Plant diversity in homegardens in socio-economic and agro-ecological context. Tscharnke T, editor. Stability of Tropical Rainforest Margins. Springer. Krols J, Somers B. 2022. Residential green space, gardening, and subjective wellbeing: a cross-sectional study of garden owners in Northern Belgium. Landscape and Urban Planning. 223: 1–10. Lembang, MS, Rukisah, Cahyadi J, Iromo H, Aziz, Farizah N, Amien M, Maulianawati D, Zainuddin, Awaludin, Ihsan B, Febrinaldy R, Kartina, Santia, Sevania P. 2022. Pengenalan budi daya ikan dalam ember untuk kemandirian pangan di Kampung Enam, Kota Tarakan. J Ilmiah Pengabdian Masyarakat. 8(3): 262–268. Maghfiroh K, Nuswardhani RRSK. 2019. Diversifikasi pengolahan singkong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. TEKNOLOGI PANGAN. 10(2): 106–114). Manoppo CN, Amanah S, Asngari PS, Tjiptropranoto P. 2017. Persepsi perempuan terhadap pemanfaatan pekarangan mendukung diversifikasi pangan di Sulawesi Utara. J Penyuluhan. 13(1): 40–49. Mardiyanto A, Pramukanto Q, Mugnisjah WQ. 2014. Perencanaan lanskap pekarangan dengan sistem pertanian terpadu. J Lanskap Indonesia. 6(2): 37–47. Marsh R. 1998. Building on traditional gardening to improve household food security. Food Nutr Agr. 22: 4–14. Mulyadi, Winarso W. 2020. Pengantar Manajemen. Banyumas (ID): CV. Pena Persada. Njurumana GN. 2016. Masyarakat desa dan manajemen biodiversitas flora pada sistem pekarangan di Kabupaten Sumba Tengah. J Penelitian Kehutanan Wallacea. 5(1): 25–36. Odum EP. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press. Qisthina N. 2022. Strategi manajemen pekarangan ramah lebah tanpa sengat sebagai upaya peningkatan jasa lanskap perkotaan. [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Priyadi S, Soelistijono R, Azies AF, Haryuni, Wiyono, Soemarah TKD. 2023. Inovasi pengelolaan sampah rumah tangga dengan teknologi zero waste berorientasi pada good management-garbage practices. GANESHA: J Pengabdian Kepada Masyarakat. 3(1): 23–30. Priyanto Y, Djati MS, Soemarno, Fanani Z. 2013. Pendidikan berperspektif lingkungan menuju pembangunan berkelanjutan. Wacana. 16(1): 41–51. Rivas VA, Biana HT. 2022. Plants, public health and the pandemic. J of Public Health. 44(2): 335–337. Rynjani GPR, Haryanto R. 2015. Kajian harga tanah dan penggunaan lahan di kawasan perdagangan dan jasa Kelurahan Lamper Kidul, Kota Semarang. J Teknik PWK. 4(3): 417–427. Sari ID, Yuniar Y, Selma S, Riswati, Syaripuddin M. 2015. Tradisi masyarakat dalam penanaman dan pemanfaatan tumbuhan obat lekat di pekarangan. J Keafirmasian Indonesia. 5(2): 123–132. Safrizal, Putra IP, Sofyan S, Bimo. 2020. Pedoman umum menghadapi Pandemi COVID-19 Bagi Pemerintah Daerah. Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis dan Manajemen. Jakarta (ID): Kementerian Dalam Negeri. Sarwono J. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung (ID): Alfabeta. Suketi K, Poerwanto R, Sujiprihati S, sobir, Widodo WD. 2010. Karakter fisik dan kimia buah pepaya pada stadia kematangan berbeda. J Agron. Indonesia. 38(1): 60–66. Sukenti K, Sukiman, Suripto, Rohayni IS, Jupri A. 2019. Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya dalam membantu ketersediaan pangan dan perekonomian masyarakat di Desa Sukarema, Kabupaten Lombok Timur. J. Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI). (2)1: 97–101. Swardana A. 2020. Optimalisasi lahan pekarangan sebagai salah satu upaya pencegahan krisis pangan di masa pandemi Covid-19. JARGOS. 4(2): 246–258. Tokazhanov G, Tleuken A, Guney M, Ali Turkyilmaz A, Karaca F. 2020. How is Covid-19 experience transforming sustainability requirements of residential buildings? a review. Sustainability. 12:1–20. Wahyuni S, Afidah M. 2022. The estimation of ketapang (Terminalia catappa linn.) tree’s transpiration. J. Biologi Tropis. 22(3): 889–894. Warren P, Harlan SL, Boone C, Lerman SB, Schocat E, Kinzig AP. 2010. Urban Ecology and Human Social Organisations. In Gaston, K.J. (Ed), Urban Ecology. Cambridge (AU): Cambridge University Press. Widiarti IW. 2012. Pengelolaan sampah berbasis “zero waste” skala rumah tangga secara mandiri. J Sains dan Teknologi Lingkungan. 4(2): 101–113. Yazid S dan Jovita LJ. 2020. Dampak pandemi terhadap mobilitas manusia di Asia Tenggara. J Ilmiah Hubungan Internasional. 75–83. | id |
| dc.description.abstract | Pekarangan adalah lahan di sekitar rumah yang dapat dimanfaatkan sebagai lanskap produktif penghasil sumber pangan tambahan dan tempat berkumpul keluarga. Pekarangan merupakan bagian dari lanskap perkotaan yang memiliki fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan pekarangan produktif dianggap penting pada pascapandemi Covid-19 untuk membentuk lanskap pekarangan yang dapat mengakomodasi, memulihkan, dan bersiap dalam menghadapi gangguan di masa depan. Pandemi Covid-19 menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebutuhan pasokan makanan yang sehat, kemandirian pangan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, di pascapandemi pekarangan yang produktif dapat menjadi strategi yang konsisten dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik yang sesuai untuk pekarangan produktif, keragaman jenis tanaman pekarangan, pemanfaatan pekarangan oleh masyarakat, dan menyusun rekomendasi manajemen lanskap produktif sebagai optimalisasi pekarangan di Kota Metro. Penelitian ini dilakukan di Kota Metro di tiga lokasi pada bagian DAS Way Seputih˗Sekampung dari Mei 2022 hingga Juli 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan kuesioner. Sampel pekarangan ditentukan secara purposive sampling, berjumlah 90 pekarangan milik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di tiga lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki 58% sampel pekarangan berada pada zona depan, samping kiri, samping kanan, dan belakang. Pekarangan berukuran luas (417-899 m2) merupakan jenis pekarangan yang paling banyak ditemui di seluruh lokasi penelitian, yaitu 42%. Keragaman vertikal tanaman didominasi oleh strata I (0-1 m). Keragaman horizontal tanaman ditemukan lebih dari 8 fungsi tanaman, namun yang paling banyak adalah tanaman hias (214 jenis), obat (49 jenis), buah (47 jenis), sayuran (38 jenis), penghasil pati (8 jenis), dan bumbu (5 jenis), yang ditemukan pada 1/3 dari total sampel pekarangan di masing-masing lokasi penelitian. Populasi ternak dan ikan terbesar adalah ayam kampung dan lele. Keragaman jenis tanaman berdasarkan perhitungan Shannon-Wiener menurun dari hulu ke hilir, yaitu hulu (2,41), tengah (2,33), dan hilir (1,82). Nilai keragaman jenis tanaman tergolong sedang dengan rata-rata 2,19 (kategori sedang). Pemahaman mereka tentang peran pekarangan dalam menjaga kelestarian lingkungan memiliki keterkaitan. Semakin luas pengetahuan seseorang mengenai isu-isu lingkungan, maka semakin besar pula kepeduliannya terhadap lingkungan di sekelilingnya. Selain itu, pekarangan memiliki banyak manfaat, mulai dari penyedia sumber pangan, sarana terapi, tempat rekreasi, dan edukasi bagi keluarga. Pekarangan di Kota Metro memiliki potensi untuk menjadi produktif. Pekarangan yang berukuran luas dan sangat luas dapat dikembangkan sistem agroforestri kompleks. Pekarangan yang berukuran sempit dan sedang dengan sistem pertanian vertikal dan akuaponik. | id |