Show simple item record

dc.contributor.advisorPasaribu, Bonar P.
dc.contributor.advisorManurung, Djisman
dc.contributor.advisorAmin, Edi Mulyadi
dc.contributor.authorNusirwan, Mochamad
dc.date.accessioned2024-05-07T07:15:27Z
dc.date.available2024-05-07T07:15:27Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148920
dc.description.abstractSejak Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980, luas perairan Indonesia bertambah menjadi 8,5 juta km² dengas potensi sumberdaya perikanan secara keseluruhan sebesar 6,6 juta ton/tahun. Walaupun potensi perikanan demikian besar tetapi tingkat produksinya baru mencapai sekitar 34 % setiap tahunnya. Kendala yang dihadapi salah satunya adalah kurangnya informasi mengenai perikanan seperti ketersedian sumberdaya, sebaran dan jenis ikan, maupun faktor-faktor oseanografinya. Salah satu daerah ZEE yang belum banyak dimanfaatkan adalah bagian Barat Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola sebaran vertikal dan horizontal serta menduga kepadatan kelompok relatif ikan pelagis pada Musim Barat di perairan ZEE Bagian Barat Sumatera; mempelajari keterkaitan antar faktor-faktor lingkungan perairan, dan mempelajari hubungan antara jumlah dan volume kelompok ikan pelagis dengan faktor-faktor lingkungan perairan. Studi mengenai penyebaran kelompok ikan pelagis dilakukan pada Bulan November - Desember 1992. Lokasi studi di Fakultas Perikanan IPB, Bogor dan Sub Balai Penelitian Perikanan Laut Ancol, Jakarta. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data-data hasil survai KAL BARUNA JAYA I (KAL BJ I) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Survai tersebut dilakukan dalam rangka penelitian sumberdaya perikanan dan oseanografi. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Maret April 1991 mewakili Musim Barat di perairan ZEE bagian Barat Sumatera. Peliputan daerah penelitian berada pada batas-batas posisi sebelah Utara 4°00' LS 100°30' BT, Timur 7°00' LS-104°45' BT, Selatan 9°00' LS-102°45' BT, dan Barat 6°00' LS98°30' BT. (alak cipta mitek IFB Universi Hasil analisis pola penyebaran KIP tidak menunjukkan suatu pola penyebaran tertentu. Sebaran KIP secara horisontal berdasarkan jalur pelayaran memperlihatkan adanya kecenderungan semakin ke arah Barat Laut jumlah dan kepadatan relatif KIP semakin sedikit, sedangkan berdasarkan jarak dari garis pantai terlihat semakin dekat dengan garis pantai jumlah dan kepadatan relatif KIP semakin besar. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor ketersediaan makanan dan unsur hara bagi ikan pelagis, namun untuk menjelaskan secara pasti fenomena tersebut dan faktor-faktor yang mempengaruhinya masih diperlukan penelitian lebih lanjut. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePola sebaran dan kepadatan relatif ikan Pelagis dan musim barat di perairan ZEE barat Sumatera serta hubungannya dengan faktor lingkungan perairanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record