Show simple item record

dc.contributor.advisorNurisjah, Siti
dc.contributor.advisorLontoh, Adolf Pieter
dc.contributor.authorMirzan, Karmia
dc.date.accessioned2024-05-07T02:27:14Z
dc.date.available2024-05-07T02:27:14Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148835
dc.description.abstractPada lapangan golf berkualitas tinggi, kehadiran gulma pada area per- mainannya tidak diharapkan. Gulma menjadi masalah penting dalam pemeliharaan Japangan golf. Kehadiran gulma di suatu tempat dipengaruhi oleh faktor iklim, jenis dan kesuburan tanah serta faktor biotik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memberikan alternatif tindakan pengendalian pada jenis-jenis gulma di lapangan golf (area tee, fairway dan rough) dan menganalisa hubungan tipe ekologi yang berbeda terhadap jenis-jenis gulma di lapangan golf yaitu pada daerah pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lapangan golf yaitu Jakarta, Bogor dan Bandung. Ketiganya dibedakan berdasarkan ketinggian lokasi terhadap permukaan laut. Studi ini bersifat deskriptif, dimana didapatkan data dominansi, kerapatan, serta frekuensi masing-masing gulma yang tumbuh. Dari tiga peubah tersebut, didapat Nilai Penting dan Nisbah Jumlah Domi- nansi, yang menjadi dasar penentuan spesies-spesies gulma dominan. Data sekunder diambil dari penelitian pustaka, untuk mengidentifikasi, serta memberikan informasi mengenai karakteristik dan tindakan pengendalian terhadap gulma. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu adanya perbedaan jenis gulma yang tumbuh maupun gulma dominan di ketiga tipe ekologi lapangan golf, dan didapatkan bahwa Cyperus kyllingia lebih dominan. Lapangan golf pesisir dan dataran rendah lebih didominasi gulma jenis rumput, yaitu Cenchrus ciliaris, Digi- taria fuscescens, Paspalum conjugatum dan Digitaria longiflora, sedangkan gulma daun lebar yang tumbuh adalah seperti Rostellularia sundana dan Desmodium hete- rophyllum. Pada dataran tinggi ditemui gulma Digitaria longiflora, Eleusine indica, Digitaria fuscescens, Brachiaria cruciformis dan Chrysopogon aciculatus, sedangkan gulma daun lebar yang mendominasi yaitu Hydrocotyle umbellata dan Desmodium heterocarpon. Diduga perbedaan keduanya ini disebabkan oleh faktor iklim ling- kungan, terutama disebabkan oleh perbedaan ketinggian lokasi penelitian dari permukaan laut. Pada lapangan golf daerah pesisir, jumlah dan jenis gulma yang tumbuh diba- tasi oleh faktor salinitas, sedangkan pada lapangan golf dataran tinggi dan dataran rendah disebabkan oleh perbedaan faktor iklim (suhu, kelembaban, curah hujan dan radiasi matahari). Jumlah total jenis gulma yang tumbuh pada area permainan lapangan golf daerah pesisir hampir sama dengan dataran rendah, tetapi jenis dan spesiesnya berbeda. Sedangkan pada lapangan golf dataran tinggi, menunjukkan bahwa jumlah dan spesies yang ditemukan berbeda dengan lapangan golf daerah pesisir dan dataran tinggi. Pada dataran tinggi ditemukan jumlah spesies yang relatif lebih banyak, sementara jumlah individu relatif lebih sedikit…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.titleIdentifikasi dan alternatif tindakan pengendalian gulma pada tiga tipe ekologi lapangan golf (Pesisir, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record