| dc.description.abstract | Produktifitas Primer sebagai parameter tingkat kesuburan perairan dapat digunakan sebagai indikator awal keberadaan sumber daya perikanan di suatu perairan. Sebagai aktivitas fitoplankton, produktifitas primer dipengaruhi oleh lingkungan perairan yang dibentuk oleh faktor-faktor oseanografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran produktifitas primer pada tiga tingkat kedalaman, yaitu permukaan, 25 meter dan 75 meter, di perairan Teluk Bone dan melihat pula sebaran beberapa parameter oseanografi yang berkaitan dengan produktifitas primer, seperti suhu, oksigen terlarut, kandungan fosfat, nitrat dan silikat. Pengambilan sampel air laut untuk analisa dilakukan di 9 titik stasiun, yang tersebar di sekitar Teluk Bone pada tanggal 13 19 Februari 1995. Produktifitas primer dihitung dengan mengkonversi total klorofil yang terukur dengan rumus yang diberikan Rhyter dan Yentsch (1957). Total klorofil sendiri dihitung dengan metode spektrofotometrik berdasarkan rumus Strickland dan Parsons (1968). Suhu diukur dengan termometer balik terbuka dan balik tertutup yang diletakkan pada botol Nansen, kandungan oksigen terlarut diukur dengan metode Winkler dan kandungan fosfat, nitrat serta silikat diukur dengan metode Strickland-Parsons. Pola sebaran produktifitas primer dan beberapa parameter oseanografi tadi dibuat dengan program komputer TOPO. Produktifitas primer permukaan Teluk Bone rata- ratanya tercatat 2,5 mg karbon/m³/hari. Pola sebarannya sesuai dengan pola penyebaran fosfat permukaan. Dari arah pengamatan Timur ke Barat terlihat peningkatan laju produktivitas primer permukaan. Secara vertikal, walaupun lapisan ini memiliki energi cahaya matahari terbanyak, namun produktifitas yang tercatat bukan yang tertinggi. ... | id |