Show simple item record

dc.contributor.advisorKusnadi, Nunung
dc.contributor.authorRosadi, Riza
dc.date.accessioned2024-05-06T01:54:01Z
dc.date.available2024-05-06T01:54:01Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148571
dc.description.abstractSudah banyak jasa kredit pedesaan yang ditawarkan oleh lembaga perkreditan formal yang ada di pedesaan, yang bertujuan membantu masyarakat pedesaan untuk meningkatkan modal usaha mereka. Namun tetap saja masih banyak masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau atau tidak bisa. memanfaatkan kesempatan yang diberikan tersebut. Munculnya Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dengan prinsip profit and loss sharing, yang menawarkan paket berupa kredit dengan pembiayaan melalui prinsip bagi hasil tanpa harus membayar bunga, dapat membuka peluang bagi masyarakat desa dalam memperoleh kredit untuk membiayai usaha mereka. Walaupun demikian, keberadaan alternatif Bank Tanpa Bunga yang menggunakan prinsip bagi hasil masih dipertanyakan oleh kebanyakan masyarakat yang sudah terbiasa dengan adanya prinsip bunga dalam dunia perbankan. Apakah Bank dengan Prinsip Bagi Hasil tersebut dapat mengatasi berbagai kendala yang dihadapi bank konvensional dalam menyalurkan kredit pedesaan? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengkaji perkembangan BPR Syariah dalam melayani kredit di pedesaan (2) Mengkaji efektivitas pelayanan kredit yang dilaksanakan oleh BPR Syariah (3) Mengkaji prospek pengembangan BPR Syariah di masa yang akan datang. Kriteria efektivitas penyaluran kredit menurut nasabah, dalam hal ini masyarakat desa, adalah jika dirasakan bahwa kredit mempunyai ciri persyaratan mudah, prosedur kredit yang sederhana, perwujudan atau realisasi cepat, biaya relatif ringan, lokasi lembaga kredit yang dekat dan mudah dijangkau, jaminan kredit yang relatif ringan, dan memberikan dampak positif. Sedangkan kriteria efektivitas penyaluran kredit menurut bank dapat dilihat dari bahwa penyaluran kredit tersebut mempunyai ciri jumlah dan frekuensi pinjaman nasabah tinggi, jumlah dan frekuensi tunggakkan nasabah rendah, dapat diterima semua golongan sasaran, dan mampu menyentuh sasaran secara luas dan beragam…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleBank dengan prinsip bagi hasil sebagai alternatif penyaluran kredit pedesaan : Studi kasus di BPR Syariah Amanah Ummah, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record