Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorWiliasih, Ranti
dc.contributor.authorBalistikawati, Septi Dini
dc.date.accessioned2024-05-06T00:32:52Z
dc.date.available2024-05-06T00:32:52Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148516
dc.description.abstractProfitabilitas merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kinerja perusahaan, termasuk Bank Umum Syariah (BUS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik bank dan indikator makroekonomi terhadap profitabilitas BUS di Indonesia selama periode kuartal I tahun 2010 sampai dengan kuartal IV tahun 2014. Profitabilitas BUS dapat diukur dengan menggunakan Return On Asset (ROA). Dengan menggunakan metode panel data, berdasarkan variabel karakteristik bank, didapatkan hasil bahwa Ukuran Bank (Bank Size) berhubungan positif dan signifikan memengaruhi profitabilitas BUS, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Non-Performing Financing (NPF) berhubungan negatif dan signifikan memengaruhi profitabilitas BUS. Berkaitan dengan indikator makroekonomi yang digunakan, hanya inflasi yang berpengaruh terhadap profitabilitas BUS di Indonesia secara positif, sedangkan variabel SBIS rate dan GDP Growth tidak berpengaruh terhadap profitabilitas BUS…id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcBankingid
dc.titleFaktor-faktor yang Memengaruhi Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCommercial islamic bankid
dc.subject.keywordProfitabilityid
dc.subject.keywordPanel dataid
dc.subject.keywordCommercial islamic bankid
dc.subject.keywordMacroeconomicid
dc.subject.keywordReturn On Asset (ROA)id
dc.subject.keywordCapital adequacy Ratio (CAR)id
dc.subject.keywordNon-perfarmingid
dc.subject.keywordFinancing (NPF)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record