View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Marine Science And Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Marine Science And Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Proses pencampuran (mixing) massa air (Laut Banda, Laut Sawu dan Samudera Hindia) di laut Sawu pada musim barat dan musim timur

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (29.29Mb)
      Date
      1999
      Author
      Setianto, Agus
      Pariwono, John I.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Perairan Indonesia juga terletak diantara dua samudera besar yaitu, Samudera Pasifik di timurlaut dan timur dan Samudera Hindia di selatan hingga barat, keadaan ini menyebabkan perairan Indonesia mempunyai peranan penting dalam Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Wyrtki (1961) menyebutkan bahwa lintasan Arlindo mencakup paparan Sunda di bagian barat, Laut Arafura di timur, Laut Mindanao di utara dan Samudera Hindia di selatan yang menyebabkan perairan Indonesia mempunyai karakteristik massa air yang hampir sama dengan Samudera Pasifik bagian barat, khususnya di Laut Banda dan Laut Sawu yang dilintasi Arlindo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelapisan (Stratifikasi) massa air di Laut Banda, Laut Sawu dan Samudera Hindia, Karakteristik massa air di Laut Banda, Laut Sawu dan Samudera Hindia dan Persentase massa air di Laut Sawu. Sumber data untuk penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Laboratorium Pusat Data Kelautan, UPT Baruna Jaya, BPP Teknologi, Jakarta. Data sekunder ini berupa suhu, salinitas dan kedalaman dengan kedalaman maksimum 1000 m (Laut Banda dan Laut Sawu) dan 600 m (Samudera Hindia). Pelapisan massa air dianalisis berdasarkan sebaran menegak dan melintang baik suhu maupun salinitas dari kedalaman 0 m sampai 1000 m, sedangkan percampuran dan karakteristik massa air dianalisis berdasarkan diagram-TS. Pada umumnya, baik musim barat maupun musim timur bentuk profil sebaran menegak suhu di Laut Banda, Laut Sawu dan Samudera Hindia relatif sama. Secara umum, lapisan massa air di seluruh perairan yang diamati terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan homogen permukaan, lapisan termoklin dan lapisan homogen dalam Ketebalan lapisan homogen permukaan sebesar 60 m (musim barat) dan 90 m (musim timur) terjadi di Samudera Hindia, sedangkan di Laut Banda relatif kecil dibandingkan dengan Samudera Hindia, yaitu sebesar 45 m (musim barat) dan 70 m (musim timur) dan di Laut Sawu ketebalannya sangat tipis sebesar 15 m (musim barat) dan 20 m (musim timur). ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148508
      Collections
      • UT - Marine Science And Technology [2094]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository