| dc.description.abstract | Perancangan ulang lansekap lapangan golf Bogor Golf Club (BGC) dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mening- katkan kualitas lapangan golf BGC. Lapangan golf BGC yang telah berdiri sejak tahun 1935 ini membutuhkan penyegaran suasana agar tetap memiliki daya tarik dan dapat bersaing dengan lapangan-lapangan golf baru.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan dari proses berpikir lengkap merencana dan melaksana. Data yang diperlukan terdiri dari aspek fisik, sosial budaya, ekonomi, teknik dan lingkungan serta faktor ruang, gerak, dan waktu.
Potensi fisik alami dan visual tapak dan daerah sekitarnya dimanfaatkan dan dikembangkan semaksimal mungkin. Aliran sungai Cidepit di sebelah timur tapak, sungai Cisadane di sebelah barat daya tapak, pemandangan ke arah gunung Salak dan Gede-Pangrango di sebelah selatan dan timur tapak merupakan potensi lansekap yang dapat dikembangkan. Pengembangan potensi lansekap yang dimiliki tapak dan daerah sekitarnya ini diharapkan menambah daya tarik lapangan golf BGC.
Budaya tradisional Sunda dipertahankan melalui penampilan bentuk bangunan seperti club house dan shelter. Ditampilkannya budaya tradisional Sunda pada penggunaan elemen lansekap yang bersifat keras tersebut diharapkan dapat menumbuhkan daya apresiasi masyarakat terhadap keka- yaan budaya bangsa khususnya budaya tradisional Sunda.
Pemilihan jenis tanaman dan penataan tanaman diarahkan kepada perolehan kenyamanan yang maksimum serta mendukung dan memperlancar aktivitas permainan golf. Penggunaan unsur warna dan aroma diterapkan untuk menambah kenyamanan dan semangat bermain bagi pegolf. Kehadiran satwa sebagai pembentuk tema suara, juga diupayakan melalui pembentukan habitat burung yaitu dengan menggunakan tanaman yang biasa dimanfaatkan burung untuk melakukan aktivitas hidupnya seperti makan, bermain-main dan beristirahat…dst | id |