Show simple item record

dc.contributor.advisorHadioetomo, Ratna Siri
dc.contributor.advisorSantoso, Teguh
dc.contributor.authorKuswardani, Diah
dc.date.accessioned2024-04-25T07:58:28Z
dc.date.available2024-04-25T07:58:28Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147388
dc.description.abstractKekuatiran terhadap dampak negatif yang timbul akibat penggunaan insektisida kimiawi yang kurang bijaksana dalam mengendalikan hama tanaman telah mendorong para ahli untuk mengembangkan pengendalian hama secara hayati dengan lebih intensif. Organisme yang dapat digunakan sebagai pengendali hayati meliputi predator, parasit dan patogen pada serangga (de Bach, 1979). Bacillus thuringiensis merupakan salah satu bakteri yang dikenal mempunyai sifat patogen terhadap serangga, sehingga dapat digunakan dalam pengendalian hama secara hayati (van Emden, 1980). Efek patogenisitas yang ditimbulkan oleh bakteri ini berasal dari beberapa toksin bersifat insektisida yang diproduksinya, di antaranya alpha-eksotoksin, beta-eksotoksin dan delta- endotoksin (Dulmage, 1981). Di antara toksin-toksin tersebut, delta-endotoksin dan beta-eksotoksin telah dikembangkan secara komersial oleh beberapa negara. Beberapa merk dagang produk delta-endotoksin yang telah ada di Indonesia meliputi Bactospeine, Dipel dan Thuricide. Di Indonesia, insektisida mikrobe berbahan aktif B. thuringiensis ini sudah digunakan pada tanaman kelapa sawit, kubis, tomat dan tebu (Anonim, 1988).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcIsolasi bacillus thuringiensis berliner dari berbagai contoh tanah dan toksisitasnya terhadap larva crocidolomia binotalis zeller ( Lepidoptera : Pyralidae )id
dc.titleIsolasi bacillus thuringiensis berliner dari berbagai contoh tanah dan toksisitasnya terhadap larva crocidolomia binotalis zeller ( Lepidoptera : Pyralidae )id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record