Show simple item record

dc.contributor.advisorIntan, Eka K. P.
dc.contributor.authorHarfa, Andy
dc.date.accessioned2024-04-25T07:28:03Z
dc.date.available2024-04-25T07:28:03Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147370
dc.description.abstractTepung terigu merupakan salah satu bahan pangan yang cukup penting di Indonesia. Meskipun tepung terigu bukan merupakan makanan pokok tradisional bagi rakyat (seperti beras, jagung, ubi kayu, sagu), tetapi nampaknya peranan komoditi tersebut semakin besar, dalam hal ini tercermin dari semakin besarnya impor gandum dari tahun ke tahun (bahan baku tepung terigu yaitu biji gandum seluruhnya diimpor) dan semakin naiknya konsumsi perkapita produk olahan tepng terigu. Tujuan penelitian ini adalah untuk (a) untuk mengetahui perubahan struktur yang telah terjadi dalam permintaan tepung terigu di Indonesia, (b) untuk mengetahui keadaan faktor-faktor dominan yang berpengaruh terhadap permintaan tepung terigu beserta derajat kepekaannya. Dari penelitian ini diharapkan dapat merupakan sumbangan pemikiran serta bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan dibidang pangan khususnya tepung terigu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtut waktu periode tahun 1983-1994. Data tersebut adalah data sekunder yang merupakan data dari instansi pemerintah atau instansi swasta yang sudah dipublikasikan. Meliputi data harga (beras, tepung terigu dan tepung tapioka), indeks harga konsumen, indeks harga perdagangan besar, pendapatan dan jumlah penduduk. Data yang diperoleh ditabulasikan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif dan kuantitatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan keadaan pertumbuhan permintaan tepung terigu beserta arah perubahannya. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menganalisis keadaan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tepung terigu serta peramalannya untuk masa yang akan datang. Untuk menduga fungsi permintaan tepung terigu (model permintaan statik), maka digunakan fungsi berpangkat yang selanjutnya ditransformasikan ke dalam bentuk fungsi double-log natural. Kemudian data yang ada diolah dengan metode OLS memakai bantuan program komputer ekonometrik (Shazam). Pada analisis deskriptif, disimpulkan bahwa permintaan tepung terigu kini telah mengalami perubahan konsumsi kebentuk olahan, indikasi ini terlihat dari penurunan konsumsi langsung tepung terigu sementara ketersediaan tepung terigu untuk dikonsumsi semakin meningkat. Indikasi ini terlihat juga dari data konsumsi makanan olahan dari tepung terigu yang terliput SUSENAS yang menunjukkan peningkatan dari waktu kewaktu. Ini berarti telah terjadi penurunan porsi konsumsi langsung tepung terigu masyarakat dan kenaikkan porsi konsumsi industri. Dengan kata lain, masyarakat sebagai konsumen tepung terigu telah mengalami perubahan selera dalam mengkonsumsi tepung terigu berdasarkan bentuknya (bentuk bahan baku/langsung ke bentuk olahannya)….dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permintaan tepung terigu di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record