Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Rudolf
dc.contributor.authorHutapea, Parulian
dc.date.accessioned2024-04-25T04:29:08Z
dc.date.available2024-04-25T04:29:08Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147318
dc.description.abstractPengembangan usaha peternakan unggas sangat penting guna memenuhi kebutuhan protein hewani. Keluarnya Keppres No:50 Tahun 1981 merupakan salah satu usaha pemerintah un- tuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam dunia perunggasan didalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani dan peningkatan pendapatan peternak kecil. Setelah diberlakukannya Keppres Ne: 50, timbul tiga pola usaha peternakan, yaitu: koperasi, kentrak farming dan kelompok. Ternyata peternak anggota koperasi hanya 7,5% dan selebihnya (92,5%) adalah petemak yang tergolong kentrak farming dan kelompok. Hal tersebut merupakan sa- lah satu hambatan dari pelaksanaan Keppres No:50, yang menghendaki agar peranan keperasi lebih diutamakan dalam usaha perunggasan. Oleh karena itu perlu diadakan peneli- tian terhadap pela usaha yang tidak sesuai dengan Keppres No: 50 tersebut. Laporan praktek lapang ini berisi hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran usaha peternak- an didaerah penelitian khususnya usaha kelompok peternak ayam pedaging, mengetahui dan menganalisa keuntungan yang diterima oleh anggota kelompok, mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan dan mengetahui hubungan anta- ra skala usaha dengan feed conversion.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTelaah Pola Usaha Kelompok Peternak Ayam Pedaging ditinjau Dari Segi Keuntungan, Dalam Hubungannya Dengan Perbaikan Pelaksanaan Kepres No. 50 Tahun 1981id
dc.titleTelaah Pola Usaha Kelompok Peternak Ayam Pedaging ditinjau Dari Segi Keuntungan, Dalam Hubungannya Dengan Perbaikan Pelaksanaan Kepres No. 50 Tahun 1981id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record