Show simple item record

dc.contributor.advisorMansjoer, Ikin
dc.contributor.advisorMansjoer, Sri Supraptini
dc.contributor.authorPerwitasari, R. R. Dyah
dc.date.accessioned2024-04-25T03:44:17Z
dc.date.available2024-04-25T03:44:17Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147302
dc.description.abstractAyam Kampung atau ayam lokal di Indonesia saat ini berjumlah 170 juta ekor. Populasinya tetap tinggi dan mengikuti dinamika populasi manusia yang berarti peningkatan seiring dengan populasi manusia. Ayam Kampung dikenal juga dengan sebutan ayam Sayur karena ayam muda jenis ini sangat laku dijual sebagai ayam potong dan biasanya dipotong pada umur 4 5 bulan. Ayam yang dipelihara sampai dewasa digunakan sebagai induk penghasil telur dan anak ayam. Sebagian besar masyarakat Indonesia hidup sebagai petani. Selain bertani umumnya mereka memelihara ternak. Jenis ternak yang mempunyai peranan besar dalam mencukupi kebutuhan masyarakat akan protein hewani adalah ayam Kampung. Ayam Kampung dipelihara di pedesaan secara tradisional sebagai ternak sambilan, artinya ternak ini tidak di- usahakan secara khusus dan pemeliharaannya dilakukan secara 'umbaran'dengan pakan seadanya. Hal ini menyebabkan fungsi ayam Kampung sebagai penyedia protein hewani keluarga dan tabungan yang sewaktu-waktu dapat diuangkan tidak sepenuhnya dapat dirasakan sehingga mendatangkan kerugian bagi petani.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPerilaku kawin pada ayam kampung yang dipelihara secara tradisional di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis Jawa Baratid
dc.titlePerilaku kawin pada ayam kampung yang dipelihara secara tradisional di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record