Pengukuran suhu permukaan laut dengan menggunakan satelit NOAA-11/AVHRR-2 untuk mendeteksi upwelling di Laut Selatan Sumbawa
View/ Open
Date
1995Author
Indarto, Yohanes Ibnu
Siregar, Vincentius P.
Gaol, Jonson Lumban
Hasyim, Bidawi
Metadata
Show full item recordAbstract
Upwelling di suatu perairan merupakan indikator bahwa perairan tersebut mempunyai nilai produktivitas yang tinggi. Upwelling atau pergerakan massa air dari dasar perairan menuju ke permukaan, pada umumnya membawa zat hara yang mengendap di dasar perairan. Adanya zat tersebut, merangsang perkembangan fitoplankton yang erat kaitannya dengan kesuburan perairan.
Secara konvensional, ada beberapa kendala pada saat mengamati fenomena upwelling. Upwelling di permukaan segera menyebar secara horizontal dengan batas- batas yang tidak jelas. Hal ini menyulitkan pengamatan karena kapal tidak dapat mengikuti gerakan arus horizontal tersebut, sehingga lokasi dan luas daerah upwelling sulit diketahui secara pasti.
Satelit NOAA-11/AVHRR merupakan salah satu satelit yang digunakan untuk mengamati fenomena laut. Kendala yang ada saat mengamati upwelling secara konvensional dapat diatasi dengan menggunakan satelit. Lokasi upwelling secara sinoptik dan cepat dapat dideteksi oleh satelit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena upwelling yang meliputi waktu, lokasi dan luas serta penyebab terjadinya upwelling di laut Selatan Sumbawa. Penelitian ini menggunakan data hasil deteksi satelitNOAA-11 sensor AVHRR. Data satelit tersebut adalah data musim Timur tanggal 15 Mei, 24 Juni, 18 dan 28 Juli, 20 dan 28 Agustus serta 14 September 1992. Data insitu (pendukung) yang digunakan adalah data hidrologi (suhu dan salinitas) hasil penelitian JADE'89 pada bulan Agustus 1989 dan hasil penelitian kapal Baruna Jaya I (suhu, salinitas, phosphat, nitrat, dan silikat) pada bulan Agustus 1990. Data pendukung lainnya yang digunakan adalah data meteorologi (arah dan kecepatan angin) dari stasiun BMG Sumbawa Besar. Pengukuran suhu permukaan laut (SPL) dilakukan dengan mengekstraksi data kanal 4 (10.5 11.5 µm) dan kanal 5 (11.5 12.5 µm) sensor AVHRR/2. Algoritma yang digunakan untuk mengekstraksi data kanal 4 dan 5 adalah hasil pengembangan Mc. Millan and Crosby yang dirumuskan (Pellegrini. and Penrose, 1986). Lokasi upwelling hasil deteksi satelit ditentukan berdasarkan kontur SPL yang ditandai dengan suhu yang lebih rendah dari suhu massa air di sekitarnya. Lokasi upwelling berdasarkan Kontur SPL citra satelit selanjutnya dipadukan dengan data hidrologi dan meteorologi…dst
