Show simple item record

dc.contributor.advisorMunandar, Aris
dc.contributor.authorWibisono, Winarto
dc.date.accessioned2024-04-24T04:34:14Z
dc.date.available2024-04-24T04:34:14Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147197
dc.description.abstractSejak berlakunya Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 505/1982 mengenai pembatasan masuknya buah impor, jumlah buah impor di pasaran mulai menurun dengan harga yang melonjak antara 30 - 40%. Hal ini menyebabkan pasaran buah-buahan lokal yang semula lesu menjadi lebih baik. Meskipun demikian para konsumen masih sering mengeluh tentang mutu buah-buahan lokal yang dirasa tidak bisa menyamai buah impor. Angin segar yang ditiupkan pemerintah melalui pemberlakuan SK no. 505 tersebut seyogyanya dapat dimanfaatkan oleh para petani buah untuk dapat menguasai pasaran dalam negeri dan sejauh mungkin pasaran internasional. Satu hal pokok yang perlu diperhatikan adalah tentang perbaikan mutu buah melalui proses pra-panen, pemanenan dan pasca panen yang lebih baik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengelolaan Perkebunan Buahid
dc.subject.ddcBuahan Pada PT Uited Fruit Indonesia Kebun Kandangan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengahid
dc.titlePengusahaan Apel di daera Batu, Malangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record