Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.advisorIbnusantosa, Gatot
dc.contributor.authorRofiah, Siti
dc.date.accessioned2024-04-24T01:32:24Z
dc.date.available2024-04-24T01:32:24Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147106
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi yang cukup pesat telah membawa perubahan yang cukup besar dalam industri pulp dan kertas dan laju pertumbuhan kon- sumsi kertas masyarakat Indonesia. Laju pertumbuhan konsumsi kertas masyarakat Indonesia 10.2% per tahun selama periode 1980-1990. Rata-rata konsumsi kertas per kapita per tahun 7.6 kg masih tergolong rendah. @Hak cipta milik IPB University Upaya mendukung pengembangan industri pulp dan kertas, Departemen Kehutanan menerapkan pembangunan Hutan Tanaman Industri yang terkait dengan industri pulp dan kertas. Pembuatan pulp dengan proses soda, delignifikasi kurang sempurna dan pemasakan dengan proses sulfat dapat menim- bulkan polusi udara (bau) karena adanya penambahan sulfur. Saat ini dikembangkan proses organosolv yang merupakan alternatif pemecahan masalah polusi. Berdasarkan katalis yang digunakan, organosolv dibedakan atas organosolv asam dan basa. Dalam penelitian ini digunakan kayu Pinus (Pinus merkusii) dan kayu Akasia (Acacia auriculiformis) yang...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry productsid
dc.subject.ddcPulpwoodid
dc.titleSifat-sifat pulp organosolv dari kayu Pinus merkusii Jungh et De Vriese dan kayu Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benthid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record