Studi tentang komposisi hasil tangkapan bubu sayap dengan lama perendaman yang berbeda di Bledu, Lampung Selatan
Abstract
a Hak cipta milik
Bubu merupakan alat tangkap konvesional yang sudah lama dikenal masyarakat nelayan dan diantaranya digunakan untuk menangkap ikan hias. Alat tangkap bubu tergolong tradisional dan bersifat menetap, sehingga efektivitasnya sangat tergantung pada tingkah laku ikan yang menjadi tujuan tangkapan. Upaya lain untuk meningkatkan hasil tangkapan bubu adalah dengan menggunakan sayap sebagai alat bantuan. Pemasangan sayap merupakan salah satu cara untuk membuat ikan lebih mudah diarahkan mendekati bubu, sehingga kemudian masuk kedalam bubu. Hingga kini belum diketahui pengaruh ataupun efektivitas lama perendaman bubu sayap terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ikan yang tertangkap pada bubu sayap dengan lama perendaman yang berbeda, dan melihat pengaruh lama terpasangnya bubu terhadap hasil tangkapan ikan hias.
Penelitian ini dilakukan di perairan Blebu, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Maret - Mei 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, yaitu mengadakan percobaan penangkapan ikan hias dengan menggunakan bubu. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Komunitas dengan mencari Indeks Keanekaragaman (H), Indeks Keseragaman (E) serta Indeks Dominansi (D). Uji Statistik digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan antara lama perendaman dengan hasil tangkapan, yaitu dengan menggunakan Analisis Variansi untuk Disain Acak Sempurna. Kemudian untuk melihat laju tangkapan tertinggi digunakan metode analisis secara deskriptif dengan matematika sederhana...
