View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Isolasi Dan Karakterisasi Bacillus sp. Indigenus Penghasil Asam Indol Asetat Asal Tanah Rizosfer

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (554.6Kb)
      Cover (282.9Kb)
      Abstract (71.78Kb)
      Postscript (2.058Mb)
      Bab I (340.6Kb)
      Bab II (353.5Kb)
      Bab III (531.9Kb)
      Bab IV (331.3Kb)
      Daftar Pustaka (332.4Kb)
      Lampiran (476.5Kb)
      Date
      2007
      Author
      Widayanti, Tika
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Genus Bacillus yang dikelompokkan sebagai plant growth-promoting bacteria (PGPB) diisolasi dari tanah rizosfer yang berasal dari sebelas daerah di Pulau Jawa. Hasil karakterisasi parsial menunjukkan sel Bacillus berbentuk batang, bersifat Gram positif, memiliki struktur endospora, dan katalase positif, kecuali isolat HI-9, SI-2 dan PI-8 bersifat katalase negatif. Isolatisolat tersebut dianalisis kemampuannya dalam memproduksi asam indol asetat (AIA) berdasarkan metode kolorimetri menggunakan reagen Salkowski. Hasil analisis AIA menunjukkan dari 63 isolat yang berhasil diisolasi, sebanyak 61 isolat mampu mensintesis AIA dengan konsentrasi tertinggi dihasilkan isolat HI-2 dan TG-1 sebesar 67.2 ppm pada media dengan penambahan Ltriptofan 0.5 mM. Pada media tanpa penambahan L-triptofan sebesar 47.6 ppm dan 38.9 ppm, masing-masing untuk isolat HI-2 dan TG-1. Kurva pertumbuhan dan penentuan sintesis AIA dibuat dengan menggunakan isolat HI-2 sebagai model. Dari kurva tersebut dapat diketahui bahwa produksi AIA sejalan dengan pertumbuhan sel bakteri. Konsentrasi AIA pada media yang ditambahkan L-triptofan lebih tinggi dibandingkan konsentrasi AIA pada media tanpa penambahan L-triptofan. AIA mulai dihasilkan pada jam ke-8, yaitu pada akhir fase logaritma dan terus meningkat pada fase stasioner. Hal ini mengindikasikan bahwa AIA termasuk senyawa metabolit sekunder pada bakteri. Dua belas isolat yang menghasilkan AIA tertinggi diuji kemampuannya dalam melarutkan fosfat anorganik dengan cara menumbuhkannya pada media Pikovskaya. Kemampuan melarutkan P terbesar dihasilkan oleh isolat DM-4 dengan indeks pelarutan P sebesar 55.6. Isolat HI-2 dan BY-1 diuji kemampuannya dalam memacu pertumbuhan kecambah biji kedelai. Hasil uji pemacuan perkecambahan biji memperlihatkan bahwa pengaruh perlakuan bakteri tidak berbeda nyata terhadap pemanjangan batang kecambah, tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap pemanjangan akar primer dan percabangan akar lateral. Jumlah cabang akar lateral kecambah yang diberi perlakuan lebih banyak dibanding kontrol. Sebaliknya, inokulasi bakteri menghambat pemanjangan akar primer.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14624
      Collections
      • UT - Biology [2400]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository