Show simple item record

dc.contributor.advisorNuitja, I Nyoman S
dc.contributor.advisorPurwanto, Joko
dc.contributor.authorAhmad, Muhammad Yahya
dc.date.accessioned2024-04-04T07:19:06Z
dc.date.available2024-04-04T07:19:06Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145501
dc.description.abstractDalam penelitian ini ditunjukkan bahwa keberhasilan penetasan semi alamiah mencapai 82.91% dan lamanya masa inkubasi berkisar antara 47 sampai 50 hari. Jumlah telur antara 40 sampai 120 butir per sarang tidak mempengaruhi tingkat keberhasilan penetasan, sedangkan sarang-sarang dengan jumlah telur yang banyak cenderung mempunyai masa inkubasi yang lebih pendek. Dari percobaan diperoleh bahwa sarang dengan jumlah telur 50 butir atau kurang mempunyai masa inkubasi yang berbeda nyata dengan sarang dengan jumlah telur 120 butir. Pertumbuhan embrio penyu daging bersifat allometrik, artinya pertambahan tidak selaras dengan pertambahan panjang karapas dan panjang total. Faktor kondisi berubah sepanjang masa inkubasi. Pada setengah masa inkubasi yang pertama faktor kondisi cenderung menurun, setelah tercapai titik minimum faktor kondisi tersebut meningkat kembali. Laju pertumbuhan bagian-bagian tubuh embrio penyu daging tidak sama. Karapas mempunyai tingkat maksimasi pertumbuhan yang paling tinggi. Pertumbuhan panjang bagian-bagian tubuh dinyatakan dengan model pertumbuhan von Bertalanffy dan pertumbuhan berat tubuh dinyatakan dengan model Logistik. Pada umum- nya laju pertumbuhan panjang mempunyai pola yang sama. Laju pertumbuhan panjang maksimum pada awal pertumbuhan kemudian menurun sesuai dengan pertambahan umur embrio. Sedangkan laju pertumbuhan berat tubuh mempunyai nilai yang maksimum pada kira-kira 72% dari masa inkubasi. Pada saat tersebut laju pertumbuhan berat mencapai 1.26 gram per hari. Masa kritis pertumbuhan yang diamati adalah dari hari ke-3 sampai hari ke-16. ak cipta silik Universi Konversi kuning telur menjadi embrio bersifat linier. Dalam hal ini satu gram kuning telur dapat menghasilkan 1.43 gram embrio. Jumlah kuning telur yang dikonversi adalah 84% dari berat awalnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenetesan semi alamiah dan pertumbuhan embrio penyu daging di pantai citirem, sukabumiid
dc.titlePenetesan semi alamiah dan pertumbuhan embrio penyu daging di pantai citirem, sukabumiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record