Show simple item record

dc.contributor.advisorEidman, Muhammad
dc.contributor.advisorMayunar
dc.contributor.authorVauziyah, Chotimatul
dc.date.accessioned2024-04-04T02:23:09Z
dc.date.available2024-04-04T02:23:09Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145293
dc.description.abstractMimi merupakan sumberdaya laut hayati yang belum dikelola dan dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat Indonesia. Mimi biasanya tertangkap secara tidak sengaja bersama rajungan dan kepiting. Nelayan menganggap mimi tidak merupakan komoditi ekonomis penting sehingga banyak dibuang tanpa diperhatikan kelestariannya. Dalam bidang farmasi ekstrak plasma darah mimi digunakan untuk mendeteksi endotoksin, radang selaput otak serta gonorhoe. Pada saat ini populasi mimi semakin menurun. Keadaan ini diduga akibat pencemaran, perubahan atau kerusakan lingkungan serta penangkapan tidak sengaja. Pemanfaatan pantai dan hutan bakau oleh manusia untuk tambak dan pemukiman dapat membawa intrusi air tawar atau payau ke laut yang berakibat perubahan salinitas air laut. Disamping faktor manusia, faktor alam seperti pasang turun dan pasang naik air laut dapat mengakibatkan perubahan salinitas juga. Keadaan ini dapat mempengaruhi siklus hidup mimi karena mimi merupakan organisme yang melakukan permijahan di pantai berpasir pada saat pasang tinggi. Pada umumnya organisme yang bermigrasi ke pantai seperti mimi mempunyai toleransi terbatas terhadap perubahan salinitas terutama pada masa perkembangan embrionya. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni sampai dengan Agustus 1995 di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (In PPTP), Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Jawa Barat. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerkembangan embrio Mimi Bulan (Tachypleus gigas MULLER) dari Perairan Teluk Banten pada berbagai salinitas mediaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record