Analisis industri dan strategi peningkatan daya saing industri kopi Indonesia
Abstract
Dalam perekonomian nasional, kopi merupakan salah satu komoditas yang cukup penting terutama sebagai sumber devisa negara. Diantara komoditas pertanian penghasil devisa, nilai ekspor rata-rata kopi menduduki peringkat kedua setelah udang segar dalam kurun waktu 1995 2000, sedangkan diantara komoditas perkebunan, nilai ekspor rata-rata kopi menempati urutan pertama. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini secara umum adalah untuk mengkaji keragaan perekonomian kopi Indonesia dan dunia serta menganalisis struktur industri kopi di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan Analisis Faktor Porter's National Diamond yang menguraikan tentang kondisi faktor sumberdaya, kondisi permintaan, persaingan, struktur dan strategi perusahan serta analisis industri terkait dan industri pendukung. Di samping itu, juga diuraikan dua faktor pendukung daya saing nasional, yaitu peran pemerintah dan peran kesempatan.
Untuk mempermudah menganalisis struktur industri kopi di Indonesia dengan menggunakan Herfindahl Index maka perusahaan-perusahaan yang diambil atau diikutsertakan hanya perusahaan yang memproduksi lebih dari 4.500 ton per tahun, sehingga diperoleh perusahaan yang dominan dalam industri kopi di Indonesia.
Hasil analisis faktor Porter's National Diamond dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, potensi sumberdaya perkebunan Indonesia terutama di kawasan Timur Indonesia masih tersedia cukup luas areal yang dapat dialokasikan untuk perluasan areal tanaman kopi, khususnya untuk kopi Arabika. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan perkebunan, khususnya dalam kegiatan- kegiatan pembangunan fisik kebun, pemanenan, pengolahan, serta pemasaran hasil telah menimbulkan kesempatan kerja bagi masyarakat. Namun, di beberapa perkebunan mulai dirasakan adanya kesulitan mencari tenaga kerja baik untuk..dst

