Analisis lingkungan usaha dan strategi bersaing produk tepung rumput laut (karaginan) : Studi kasus pada PT Phonix Mas Persada, Nusa Tenggara Barat
Abstract
Salah satu jenis agroindustri yang mempunyai potensi bagi pembangunan nasional adalah industri pengolahan rumput laut. Rumput laut dan produk olahannya mempunyai kegunaan yang unik dan eksklusif sebagai pembentuk gel, stabilisator, pengental dan pengemulsi, yang dapat digunakan pada industri makanan, farmasi, pasta gigi, kosmetik dan industri lainnya. Produk yang merupakan hasil dari pengolahan rumput laut yang banyak dikonsumsi salah satunya adalah tepung rumput laut atau karaginan. Konsumsi karaginan dunia diperkirakan sebesar 16.000 ton sampai dengan 20.000 ton per tahun dengan daerah pemasaran dunia yang cukup luas meliputi benua Eropa, Asia Pasifik, Amerika Utara dan Amerika Selatan (Riset Corinthian Infopharma Corpora, 1999). Hal inilah yang membuat volume ekspor dan produksi karaginan Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. PT. Phonix Mas Persada adalah salah satu perusahaan swasta di Indonesia
yang memproduksi dan mengekspor karaginan dalam volume yang cukup besar. РТ. Phonix Mas Persada mulai memproduksi dan memasarkan produk karaginan sejak tahun 1993, sehingga perusahaan ini telah berpengalaman dalam bidangnya. Saat ini daerah pemasaran produk karaginan PT. Phonix Mas Persada hanya untuk pasar internasional dengan tujuan ekspor, belum mencapai pasar domestik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dalam pemasaran produk karaginan, (2) mengetahui posisi persaingan produk karaginan perusahaan dalam industri dan (3) merumuskan alternatif strategi bersaing, khususnya dalam bidang pemasaran, sehubungan dengan kondisi lingkungan usaha dan posisi produk perusahaan dalam industri untuk menghadapi persaingan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data meliputi analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Data diolah dengan menggunakan pendekatan konsep pemasaran dan manajemen strategi yaitu analisis lingkungan internal dan eksternal, metode SWOT dan siklus hidup produk. Pemilihan alternatif strategi dilakukan dengan menggunakan metode SWOT berbobot.
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahan dapat diidentifikasi 12 faktor yang menjadi kekuatan bagi PT. Phonix Mas Persada dalam lingkungan usaha produk karaginannya. Kekuatan-kekuatan tersebut antara lain adalah struktur organisasi yang berbentuk lini dan staf, keadaan keuangan yang cukup baik, menggunakan fasilitas produksi yang cukup baik dan teknologi yang cukup maju, adanya pengendalian yang menyeluruh, kuantitas dan kualitas karyawan yang cukup memadai, mempunyai departemen penelitian dan pengembangan dan tenaga pemasaran yang berpengalaman puluhan tahun. Selain itu kekuatan yang berasal dari ..dst

