Analisis kelayakan agribisnis ikan hias air tawar di Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Sawangan Kota Depok, Jawa Barat
Abstract
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mempunyai potensi sumber daya perikanan, termasuk ikan hias, yang sangat besar. Peluang pengembangan ikan hias air tawar di Indonesia cukup besar karena didukung oleh keanekaragaman jenis, kondisi lingkungan, dan sumber daya manusia. Walaupun demikian, potensinya belum tergarap maksimal karena pemerintah saat ini masih memprioritaskan ikan konsumsi. Padahal, peluang ekspor ke berbagai negara Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Australia masih terbuka karena eksportir Indonesia baru mampu mengisi 20 persen permintaan pasar ikan hias dunia.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui karakteristik agribisnis ikan hias air tawar, (2) mengetahui kelayakan finansial agribisnis ikan hias air tawar, dan (3) melakukan analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh perubahan harga output, harga input, dan tingkat suku bunga terhadap kelayakan finansial agribisnis ikan hias air tawar. Penelitian dilakukan dari bulan Februari Mei 2002 di Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat yang merupakan sentra produksi dan pemasok ikan hias air tawar untuk DKI Jakarta dan Bekasi.
Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta, Dinas Pertanian Kota Depok, Bank Indonesia, serta berbagai literatur yang mendukung. Aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, serta aspek kelembagaan dan manajemen dianalisis secara deskriptif. Aspek finansial dianalisis secara kuantitatif menggunakan beberapa kriteria kelayakan investasi, yaitu NPV, IRR, B/C, dan payback period. Selain itu, dilakukan analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh perubahan faktor-faktor eksogen terhadap kelayakan finansial agribisnis ikan hias air tawar.
Analisis aspek pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa potensi Indonesia sebagai negera pengekspor ikan hias air tawar cukup besar. Harga yang relatif konstan di tingkat petani mengindikasikan bisnis ini cukup aman untuk dimasuki. Harga bervariasi menurut ukuran, jenis, serta corak dan warna, namun untuk tingkat petani faktor yang paling menentukan adalah kesehatan ikan. Selain itu, dapat diidentifikasi dua saluran pemasaran ikan hias air tawar di Kelurahan Bojongsari Baru. Namun, dalam memasarkan produknya, petani hampir tidak pernah melakukan promosi.
Secara teknis, terlihat bahwa faktor yang paling menentukan dalam pemilihan Jokasi adalah kualitas air. Sedangkan faktor-faktor teknis budidaya yang perlu diperhatikan antara lain: pemilihan induk, tempat pemeliharaan, teknik pemijahan ..dst
