| dc.description.abstract | Peroksidasi lipid oleh radikal bebas berperan terhadap timbulnya berbagai macam penyakit. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan penggunaan antioksidan. Salah satu senyawa antioksidan yang berpotensi mencegah peroksidasi lipid adalah flavonoid yang terkandung di dalam daun jati belanda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mempelajari potensi ekstrak daun jati belanda untuk menghambat peroksidasi lipid dalam darah kelinci.
Kelinci dibagi empat kelompok yaitu 1) kelompok kontrol normokolesterolemia, 2) kontrol hiperkolesterolemia, 3) perlakuan ekstrak air daun jati belanda, dan 4) perlakuan ekstrak etanol daun jati belanda. Percobaan dilakukan selama 7 minggu. Pada minggu ke-5, minyak nabati dalam pakan dinaikkan dari 3% menjadi 8%.
Basil analisis fitokimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid dalam ekstrak air dan ekstrak etanol daun jati belanda. Rerata kadar lipid peroksida kelinci sebelum percobaan adalah 0,093 ± 0,074 nmol/mL (p=0,376). Peningkatan kadar lipid peroksida akibat pemberian kolesterol dan hambatan peroksidasi lipid oleh ekstrak daun jati belanda terlihat nyata pada minggu ke-2 (p=0,002), namun paca minggu selanjutnya pengaruh tersebut tidak terlihat lagi. Data menunjukkan bahwa peroksidasi lipid akibat pemberian kolesterol cenderung lebih besar daripada penghambatan oleh ekstrak daun jati belanda. Kontribusi kondisi hiperkolesterolemia terhadap peningkatan kadar lipid peroksida sebesar 86,36% terlihat pada masa percobaan minggu ke-5 sampai ke-7 pada kelompok hiperkolesterolemia. | id |