| dc.description.abstract | Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan ekonomi yang yang semakin membaik merupakan pasar potensial bagi produk makanan ringan. Menjamurnya makanan ringan diakibatkan oleh berubahnya pola konsumsi, harga yang relatif murah dan distribusi yang telah menyebar.
Bagi produk kacang sukro sendiri sebagai bagian dari makanan ringan dengan bahan baku utama kacang tanah kupas menunjukkan adanya peningkatan dari 5.476 ton pada tahun 1990 (Statistika Industri, 1990) menjadi 7.089 ton pada tahun 1992 (Statistika Industri, 1992) atau naik sebesar 40,62 persen.
Berkembangnya produk makanan ringan kacang sukro tidak ditunjang oleh bahan baku kacang tanah kupas yang masih diimpor dan produksi kacang tanah bersifat musiman dengan sentra produksi yang menyebar dalam satu- satuan kecil dan terpencar menyebabkan harga kacang tanah tinggi dan tidak stabil. Kondisi ini merupakan tantangan bagi Perusahaan Gangsar dengan tujuan konsumen segmen menengah ke bawah perlu memperhatikan harga pokok untuk meningkatkan efisiensi sehingga dapat mempertahankan harga produknya agar tetap terjangkau oleh kalangan segmen menengah ke bawah. | id |