Show simple item record

dc.contributor.advisorArifin, Hadi Susilo
dc.contributor.authorRohilah, Elah
dc.date.accessioned2024-03-28T03:42:47Z
dc.date.available2024-03-28T03:42:47Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144128
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki areal hutan terluas ketiga di dunia, memiliki potensi dan keunggulan di sektor wisata alam. Salah satu objek wista alam yang sedang dikembangkan si kawasan hutan adalah wisata agroforestri. Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) merupakan kawasan yang memiliki potensi sebagai kawasan wisata agroforestri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi wisata agroforestri di HPGW, dan menyusun perencanaan penggunaan dan pengembangannya menjadi suatu paket wisata yang dapat mengakomodasikan kegiatan wisata pengunjung. Lokasi studi terletak di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Studi dan survei lapang dilakukan mulai bulan Februari 2002 sampai Juli 2002. Digunakan metoda survei dengan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Tahapan studi terdiri dari persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis dan rencana pengembangan (Gold, 1980). Dilihat dari aspek fisik dan biologi, HPGW terletak di lokasi yang cukup strategis dan aksesibilitas yang mudah melalui Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Tapak memiliki topografi yang beragam (datar sampai sangat curam), dari segi visual cukup estetis dan tidak monoton. Sedangkan secara teknik berpotensi untuk terjadinya erosi dapat diatasi dengan penanaman tanaman dan pembuatan terrasering. Tapak memiliki tipe tanah (latosol coklat, latosol merah kekuningan, podzolik merah kekuningan) yang menguntungkan karena sesuai untuk tanaman pertanian, sedangkan jenis tanah litosol merupakan jenis tanah yang rawan sehingga tidak dianjurkan untuk pertanian. Tipe iklim tapak (daerah basah dengan vegetasi hutan hujan tropis) berpotensi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena tersedianya sinar matahari dan air hujan sepanjang tahun, dan kondisi suhu yang cukup stabil. Sedangkan kondisi iklim yang tidak nyaman (suhu tinggi, kelembaban tinggi) untuk aktivitas pengunjung dapat diatasi dengan pembuatan peneduh alami maupun buatan, penggunaan material tahan lembab, dan pembuatan koridor vegetasi untuk mengarahkan angin ke areal aktivitas. Sumber air yang cukup di lokasi tapak berpotensi dalam mengain persawahan, kebun, konsumsi masyarakat dan kebutuhan air untuk..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcAgrotaurismid
dc.titlePerencanaan pengembangan wisata agroforestri di hutan pendidikan gunung Walat, Sukabumi, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record