Show simple item record

dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.advisorHerudjito, Yayat M.
dc.contributor.authorKartika, Sri Chandra
dc.date.accessioned2024-03-28T01:52:25Z
dc.date.available2024-03-28T01:52:25Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144036
dc.description.abstractDeregulasi Perbankan tanggal 1 Juni 1983, merupakan usaha mendorong perbankan di Indonesia untuk memanfaatkan dana masyarakat semaksimal mungkin. Dengan demikian bank memperoleh kebebasan untuk menetapkan tingkat bunga simpanan, pinjaman dan dihapuskannya sistem pagu perkreditan serta kredit likuiditas dari Bank Indonesia. Hal ini akan memberi keleluasaan pada bank untuk melakukan ekspansi, sehingga persaingan antar bank makin meningkat. Adanya peningkatan persaingan antar bank dalam mengumpulkan dana itu mendorong bank untuk melakukan berbagai cara yang dapat menarik minat masyarakat terhadap tabungan. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan melakukan kegiatan promosi sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap tabungan. Hal ini tidak hanya dilakukan pada masyarakat perkotaan saja. Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah lama berkecimpung di pedesaan dengan BRI Unit Desanya membuat produk simpanan yang dikhususkan bagi masyarakat di pedesaan dengan nama Simpanan Pedesaan (Simpedes).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh biaya promosi terhadap mobilisasi dana masyarakat pedesaan melalui simpanan pedesaan (Simpedes)id
dc.titlePengaruh biaya promosi terhadap mobilisasi dana masyarakat pedesaan melalui simpanan pedesaan (Simpedes) : studi kasus di BRI Unit Desa Setu dan BRI Unit Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record