| dc.description.abstract | Indonesia memiliki 600 spesies ikan hias air tawar dan air laut yang asli dari alam, dan juga telah berhasil dalam mengembangkan pengolahan ikan hias yang bibitnya berasal dari Sungai Amazon di Brasil. Indonesia juga telah sukses dalam mengembangbiakkan 243 spesies ikan hias dan mengekspor ikan hias air tawar selama 10 tahun terakhir kepada 48 negara (Badan Pengembangan Ekspor Nasional, 1999). Nilai ekspor ikan hias Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 1999, setelah sebelumnya cenderung turun sampai dengan tahun 1998. Potensi ikan hias ini tetap memunculkan perusahaan-perusahaan baru di bidang usaha ekspor ikan hias. Salah satu perusahaannya adalah PT. Harlequin Aquatics. Tetapi, usaha ekspor ikan hias ini masih menghadapi beberapa kendala utama. Pasokan ikan yang didapatkan dari breeder biasanya tidak kontinyu, membuat tidak adanya order tetap di ikan hias. Transportasi juga masih membatasi perkembangan usaha ini.
Hal-hal tersebut menjadikan potensi Indonesia untuk menguasai pasar ikan hias dunia belum tercapai. Karenanya masih banyak permintaan dari para importir beralih ke Singapura yang lebih memiliki stok ikan yang lebih baik secara kualitas maupun kuantitas. Usaha ekspor ikan hias kelihatannya merupakan suatu usaha yang mampu menghasilkan keuntungan. Dan layaknya suatu proyek, usaha ini terdiri dari aktivitas-aktivitas yang menggunakan sumber-sumber yang terbatas untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). Namun seringkali suatu proyek meliputi porsi ruang lingkup yang sangat luas sehingga disusun secara kurang cermat (Gitttinger, 1986). Hal ini dapat menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Sehingga perlu diadakan suatu tinjauan terhadap batasan-batasan kegiatan dalam usaha ekspor ikan hias ini beserta biaya-biaya dan manfaat-manfaat yang terjadi di dalamnya.
Oleh karena itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk (1) mengevaluasi kelayakan finansial investasi usaha ekspor ikan hias, (2) menganalisa ..dst | id |