Pengukuran in situ target strength Ikan Pelagis kecil dengan Dual Beam Acoustic System di Perairan Utara Semarang, Jawa Tengah
View/ Open
Date
1996Author
Tauhid, Ali
Pasaribu, Bonar P.
Pujiyati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan selama lima hari dari tanggal 610 April 1994 dengan mengambil lokasi di sekitar Perairan Utara Semarang, Jawa Tengah pada posisi 06°19'64"-06°49'78" LS dan 109°56'08" - 110°25'34" BT.
Tujuan penelitian adalah untuk mengukur nilai target strength ikan- ikan pelagis kecil di Perairan Utara Semarang, menganalisis kecenderungan sebaran target strength baik secara vertikal maupun secara horizontal dan untuk membandingkan data akustik dengan dengan data hasil tangkapan ikan. Pada akhirnya diharapkan nilai target strength ini dapat dijadikan scaling factor dalam penentuan kelimpahan (biomass) sumberdaya perikanan pelagis,
Cruise yang dilakukan merupakan bagian dari track paralel secara keseluruhan (dari Perairan Utara Pekalongan hingga Perairan Utara Jepara) yaitu khusus di Perairan Utara Semarang yang terdiri dari 4 leg. Jarak masing-masing leg yaitu leg 1 dan 4 sejauh 20 mil serta leg 2 dan 3 sejauh 15 mil. Jumlah stasiun yang tersebar pada keempat leg sebanyak 9 stasiun. Selama cruise, dilakukan perekaman data akustik secara in situ, pengambilan data lingkungan (oseanografi) seperti suhu dan salinitas serta pengambilan data hasil tangkapan dengan sampling trawl (mid-water trawl).
Dalam penelitian ini digunakan BioSonic Dual Beam Scientific Echo Sounder model 102 frekuensi 120 kHz dengan transducer ganda (18°/7°). Sedangkan untuk melihat perbandingan data akustik dengan data hasil tangkapan digunakan konversi ke dalam formula Foote '87.
Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa menunjukkan bahwa nilai rataan target strength ikan pelagis kecil di Perairan Utara Semarang pada siang hari lebih besar ± 1.02 dB dibandingkan pada malam hari. Pola sebaran ikan secara vertikal menunjukkan bahwa pada malam hari ikan pelagis cenderung merata (homogen) dalam kolom air, sedangkan pada siang hari cenderung mengelompok (bergerombol) mendekati dasar perairan. Juga secara vertikal nilai target strength ikan semakin besar nilainya sesuai bertambahnya kedalaman. Secara horizontal sebaran target sangat dipengaruhi posisi lintang dan bujur. Perbedaan nilai target strength antara siang dan malam erat kaitannya dengan tingkah laku ikan itu sendiri seperti sifat bergerombol, feeding habit, perubahan tilt angle serta faktor lingkungan (intensitas cahaya matahari)….dst
