| dc.description.abstract | Studi ini dilatarbelakangi oleh krisis multidimensi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan bertambahnya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Masyarakat miskin umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya kepada kegiatan ekonomi sehingga tertinggal jauh dari masyarakat lainnya yang mempunyai potensi lebih tinggi. Departemen Pertanian, menyelenggarakan sebuah proyek P4K yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kecil melalui kegiatan-kegiatan usaha bersama dalam kelompok. Kenyataan menunjukkan bahwa petani kecil tersebut belum mampu dan mau menjangkau fasilitas serta memanfaatkan kemudahan yang tersedia. Oleh karena itu, mereka perlu menjalani proses belajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan serta kemauan untuk berbuat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Proses belajar tersebut dapat dilakukan melalui proses pemberdayaan. Dengan demikian pemberdayaan petani diharapkan mampu meningkatkan harkat petani dan keluarganya sehingga lebih berdaya. Dengan demikian permasalahannya adalah bagaimana pemberdayaan dalam proyek P4K dan tingkat keberdayaan petani kecil dalam proyek tersebut?
Selaras dengan permasalahan dalam studi ini, maka secara rinci penelitian ini bertujuan: (1) Menelaah proses pemberdayaan petani kecil dalam proyek P4K; (2) Menilai tingkat keberdayaan petani kecil dalam proyek P4K; dan (3) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan petani kecil dalam proyek P4K.
Penelitian dilakukan di Desa Cimanggu I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan berlangsung selama dua bulan, yaitu pada Bulan Oktober dan November 2003. Studi ini menggunakan metode survai dengan mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif ..dst | id |