Show simple item record

dc.contributor.advisorWidigdo, Bambang
dc.contributor.advisorSoewardi, Kadarwan
dc.contributor.authorSetiabudiningsih
dc.date.accessioned2024-03-27T03:13:23Z
dc.date.available2024-03-27T03:13:23Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143806
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan mulai awal November 1988 hingga akhir Februari 1989, bertempat di Laboratorium Lim- nologi Darmaga Bogor dan Laboratorium Tropical Aquatic Bio- logy (TAB) SEAMEO BIOTROP Tajur Bogor. Penelitian meliputi 2 tahap, yaitu tahap percobaan pendahuluan dan tahap percobaan utama. Tujuan percobaan pendahuluan adalah untuk menentukan selang waktu pengamatan dan mengetahui sifat-sifat biologis brachionus, antara lain ukuran dan morfologi induk, anak dan telur. Percobaan uta- ma ditujukan untuk mempelajari pengaruh kualitas dan kuan- titas alga Scenedesmus acuminatus yang dikultur dengan ekstrak kotoran ayam dan media Chu 12 terhadap siklus hidup khususnya aspek reproduksi rotifera air tawar, Brachionus calyciflorus. Pengamatan pada percobaan utama dilakukan 4 jam sekali setiap hari terhadap jumlah telur, anak dan pe rioda bertelur individu sampai dengan individu mati. Bra- chionus dikultur secara individu di dalam spot plate yang bervolume ± 0,2 ml. Setiap 24 jam dilakukan pemindahan brachionus ke dalam spot plate baru yang berisi suspensi alga segar. Dalam percobaan utama ini dibandingkan 2 jenis media kultur, yakni kotoran ayam dan Chu 12 masing-masing dalam 3 konsentrasi. Konsentrasi alga yang digunakan adalah 2,5 x 105 sel/ml ; 10,0 x 105 sel/ml; dan 20,0 x 105. Jumlah brachionus yang diamati sebagai ulangan pengamatan masing-masing sebanyak 10 individu untuk setiap perlakuan. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yaitu 6 perlakuan dengan 2 kelompok. Perbedaan waktu pengamatan dalam 1 siklus ditetapkan sebagai kelompok; sedangkan jenis media kultur dalam berbagai konsentrasi sebagai perlakuan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan analisa sidik ragam. Dari hasil percobaan pendahuluan diperoleh bahwa selang waktu pengamatan yang efektif adalah 4 jam sekali setiap hari. Didapatkan pula bahwa ukuran individu betina selalu lebih besar dari pada jantan. Individu betina berukuran 294,22 ± 14,05 um dan jantan sekitar sepertiga dari ukuran betina; sedangkan anak yang baru menetas berukuran 260,38 + 23,05 um. Penetasan paling cepat terjadi 4 jam setelah telur dihasilkan, namun rata-rata sekitar 8 jam. Dilihat dari isi lambung yang selalu penuh dan aktifitas pemangsaannya, dapat diketahui bahwa B. calyciflorus menyukai alga S. acuminatus…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh kualitas dan kuantitas Scenedesmus acuminatus terhadap siklus hidup brachionus calyciflorus pallasid
dc.titlePengaruh kualitas dan kuantitas Scenedesmus acuminatus terhadap siklus hidup brachionus calyciflorus pallasid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record