View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Aspek biologis dan pola reproduksi binatang hantu (Tarsius sp,)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (11.89Mb)
      Date
      1990
      Author
      Tiono, Rosmini
      Djojosudarmo, Suharto
      Taurin, M. Buyung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memaparkan beberapa aspek biologis dan pola reproduksi Tarsius SP. dalam hubungannya dengan pelestarian satwa tersebut, dan diharapkan dari hasil penulisan ini dapat memberi informasi sebagai masukan dalam usaha pengelolaan satwa tersebut disesuaikan dengan kondisi yang ada. Tarsius Sp. termasuk bangsa primata, dan merupakan hewan yang dilindungi. Dari tiga spesies Tarsius yang ada, hanya dua yang dijumpai di Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) yaitu Tarsius bancanus dan Tarsius spectrum, sedangkan Tarsius syrichta hanya dijumpai di Philipina. Ciri yang paling menyolok dari hewan ini adalah ukuran tubuhnya yang kecil, matanya yang sangat besar, dan ekornya yang panjang serta telinganya yang besar. Kelebihan lain adalah Tarsius dapat memutar kepalanya 180° ke sembarang arah, tanpa merubah posisi badannya. Jari tangan dan kaki Tarsius amat panjang dan berbulu, ujungnya mempunyai bantalan besar bulat dan tidak lunak. Semua jari berkuku, kecuali jari kaki belakang kedua dan ketiga yang mempunyai kuku mirip cakar. Ciri lain yang menandakan adaptasi anatomi yang hebat ialah tulang tumit (tarsal) Tarsius yang sangat panjang. Ciri inilah yang dipakai dalam pemberian nama Inggris (Tarsier), maupun ilmiah (Tarsius). nama Rambut bergelombang, tekstur seperti sutra, dan jarang- jarang pada bagian tubuh tertentu. Warna sebelah atas bervariasi antara kuning coklat, atau coklat keabu-abuan sampai coklat gelap. Bagian bawah kuning coklat, keabu- abuan atau hitam. Tarsius termasuk hewan nocturnal (hewan malam), artinya tidur waktu siang hari dan bangun mencari makanan pada malam hari. Selain itu Tarsius juga termasuk hewan pemakan serangga (insektivorous) dan (carnivorous).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143708
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository