| dc.description.abstract | Pencapaian swasembada beras dalam tahun 1984 telah menimbulkan tantangan baru, yaitu bagaimana usaha untuk mempertahankannya pada tahun-tahun berikutnya. Tantangan ini semakin terasa dengan semakin melandainya laju peningkatan produksi beras akhir-akhir ini akibat adanya ke jenuhan dalam peningkatan hasil per hektar; menyusutnya lahan-lahan sawah yang subur terutama di pulau Jawa akibat pembangunan industri, jalan raya, dan pemukiman; adanya serangan hama dan penyakit serta deraan lingkungan seperti banjir, dan kekeringan yang terus mengancam pertanaman di lapang (Satari, 1988).
Mengingat bahwa beras merupakan salah satu komponen bahan pangan, maka strategi penelitian peningkatan produksi beras harus terkait dengan pencapaian dan kelestarian swasembada pangan secara keseluruhan. Ini berarti bahwa penelitian tentang komoditi pangan lain perlu mendapat perhatian yang sama pentingnya, karena komoditi tersebut merupakan sumberdaya yang potensial bagi penyediaan karbohidrat, dan untuk perbaikan gizi yang berkaitan dengan protein, mineral dan vitamin (Satari, 1988).
Untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dapat ditempuh dengan dua jalan utama, yaitu dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. Usaha intensifikasi dimaksudkan ..dst | id |