Show simple item record

dc.contributor.advisorHutagaol M. Parulian
dc.contributor.authorJulianta, Heri
dc.date.accessioned2024-03-22T08:03:46Z
dc.date.available2024-03-22T08:03:46Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143049
dc.description.abstractPemberantasan kemiskinan merupakan salah satu tujuan dari pembangunan Negara Indonesia. Program Inpres Desa Tertinggal (IDT) adalah suatu program pembangunan yang secara spesifik mengarah pada pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah-wilayah tertinggal. Sebagaimana halnya program-program pembangunan yang lain, pelaksanaan program IDT perlu dievaluasi untuk melihat efektifitas pelaksanaannya dan merumuskan kebijakan lebih lanjut. Untuk mengevaluasi program IDT dibutuhkan banyak informasi. Informasi ini diperoleh dari penelitian-penelitian tentang pelaksanaan program di lapangan. Penelitian tentang pelaksanaan program IDT yang sudah dilakukan pemerintah jumlahnya sangat terbatas dan sangat umum sifatnya. Keragaman kondisi yang dihadapi dalam pelaksanaan program IDT di lapangan menuntut lebih banyak penelitian yang bersifat spesifik. Penelitian seperti ini diperlukan untuk menjawab sebagian pertanyaan tentang efektifitas pelaksanaan konsep IDT. Untuk pelaksanaan evaluasi Bappenas telah mengeluarkan acuan dan indikator penilaian. Akan tetapi acuan dan indikator yang diberikan kurang operasional sifatnya hingga perlu diterjemahkan lagi ke dalam bentuk yang lebih operasional. Penelitian ini mencoba mengevaluasi pelaksanaan IDT di Desa Malasari dengan berpedoman kerangka acuan dan indikator dari Bappenas. Pembahasan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama evaluasi pelaksanaan di tingkat atas (desa), kemudian evaluasi di tingkat usaha masyarakat dan terakhir evaluası umum Selain mengevaluasi pelaksanaan IDT di lapangan, penelitian ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi konsep IDT itu sendiri. Evaluasi pelaksanaan di tingkat atas didominasi oleh unsur-unsur yang bersifat prosedural. Aspek yang dinilai adalah proses turunnya dana, pembentukan kelompok, pengadaan pendamping, kesiapan lembaga masyarakat, pelaporan dan administrasi, pemasaran, koordinasi antar serta interlembaga program, dan perguliran dana..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural economicid
dc.subject.ddcRural developmentid
dc.titleEvaluasi pelaksanaan program infres desa tertinggal : Studi kasus di desa Malasari, Kecamatan Nanggung,Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record