Show simple item record

dc.contributor.advisorPuspaningsih, Nining
dc.contributor.authorErisa, Nuraini
dc.date.accessioned2024-03-22T00:38:05Z
dc.date.available2024-03-22T00:38:05Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142867
dc.description.abstractKerusakan hutan dapat terjadi akibat pemanfaatan hutan Reh kegiatan pengelolaan hutan secara lestari, selain itu dapat juga disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Kegiatan pertambangan, apapun jenisnya, menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif. Untuk meminimalisir dampak negatif tersebut, sesuai Undang-Undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan, dimana setiap pemegang kuasa pertambangan diwajibkan untuk mengembalikan tanah sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya penyakit atau bahaya lainnya. Usaha untuk mengembalikan kondisi tanah tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan reklamasi sehingga apabila reklamasi sudah dilakukan, pengukuran pendugaan biomassa dapat dilakukan untuk mengetahui kandungan nilai biomassa pada struktur hutan tersebut. Hasil penelitian yang memberikan pendekatan yang berguna untuk mengestimasi biomassa sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah dengan penginderaan jauh (ALOS PALSAR). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model pendugaan biomassa di atas permukaan tanah pada tegakan Acacia mangium menggunakan citra ALOS PALSAR resolusi 12,5 meter di areal revegetasi tambang batubara PT. Adaro Indonesia Kalimantan Selatan serta membuat peta sebaran biomassa dari model yang terpilih. Pada citra ALOS PALSAR dilakukan ekstraksi nilai dijital yang kemudian dikalibrasi menggunakan persamaan yang dikembangkan oleh Shimada et. al (2003) untuk menghasilkan nilai backscatter. Nilai backscatter citra alos palsar kemudian diregresikan menggunakan kaidah non-linier dengan biomassa dimana perhitungan biomassa dilakukan menggunakan model Alometrik Heriansyah. Model terpilih diperoleh dengan memperhatikan nilai Radj dan Root mean square error (RMSE). Verifikasi pada model terpilih dilakukan menggunakan uji T berpasangan untuk mengetahui kelayakan model. Pemetaan biomassa dibuat berdasarkan model-model yang telah diverifikasi. Pada peta sebaran biomassa dilakukan perhitungan overall accuracy dan kappa accuracy. Dari analisis model yang dicobakan untuk menduga biomassa diperoleh hasil, untuk citra resolusi 12,5 m adalah model Y Exp(12,753+(0,257*BS_HV), lengan nilai Rady (koefisien determinasi yang disesuaikan) 69,60%, OA (overall accuracy) 52,459%, КА (Карра accuracy) 28,148% dan RMSE 30,39. Dari model yang terpilih tersebut, kemudian dapat dibuat peta sebaran biomassanya…id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titlePembuatan Model Pendugaan Biomassa Atas Permukaan Tanan Pada Tegakan Mangium (Acacia mangium) Menggunakan Citra Alos Palsar Resolusi 12,5 M Di Areal Revegetasi Tambang Batubara PT. Adaro Indonesia Kalimantan Selatanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBiomassid
dc.subject.keywordBackscatterid
dc.subject.keywordALOS PALSARid
dc.subject.keywordAcacia mangiumid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record