Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.authorAkbar, Fikhi
dc.date.accessioned2024-03-21T07:11:02Z
dc.date.available2024-03-21T07:11:02Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142834
dc.description.abstractPerkembangan ekonomi pada empat tahun terakhir menunjukkan semakin merosotnya nilai rupiah terhadap dolar. Hal ini menyebabkan mahalnya harga lettuce impor. Oleh karena itu, konsumen komoditas ini kemudian mengalihkan perhatiannya kepada lettuce lokal, sehingga permintaan lettuce lokal meningkat drastis. Untuk memanfaatkan peluang tersebut perlu dilihat kemungkinan pengembangan budidaya organik agar dapat menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang dibutuhkan oleh pasar yang selama ini dipasok oleh lettuce impor. Teknologi budidaya pertanian organik merupakan salah satu kemungkinan yang menjanjikan untuk dapat menjawab tantangan tersebut. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial pengusahaan budidaya head lettuce dengan sistem pertanian organik dan mengkaji perubahan analisis kelayakan pengusahaan head lettuce organik jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. Penelitian dilakukan pada bulan April dan Mei tahun 2001 di PT Austindo Mitra Sarana yang merupakan salah satu produsen tomat organik yang dipasarkan Sogo Departemen Store Plaza Indonesia, Jakarta. Lokasi perkebunan terletak di Desa Palasari Ilir, Kec. Parungkuda, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan dan melalui wawancara dengan pemilik perusahaan dan karyawan PT Austindo Mitra Sarana serta lembaga pemasaran. Data sekunder diperoleh dari PT Austindo Mitra Sarana, Departemen Pertanian, Organik Farming Research Foundation, dan instansi lain yang terkait. Prospek usaha budidaya lettuce organik cukup baik mengingat relatif tingginya permintaan dari beberapa pedagang besar dan konsumen seperti Cibodas Mandiri, Saung Mirwan, Kem Farm, PT Jorro/Jorindo, McDonald's, dan PT Double I yang mencapai 2400 kg lettuce per hari, sementara produsen domestik tradisional belum mampu memenuhi permintaan tersebut baik dari segi kuantitas maupun dari segi kontinuitas. Berdasarkan segi teknis, AMS Farm telah memiliki kelengkapan baik secara kuantitas maupun kualitas untuk melaksanakan usaha budidaya head lettuce dengan sistem pertanian organik. Demikian pula halnya dengan aspek manajemen; AMS Farm telah memiliki tenaga kerja lapang dengan pengalaman teknis yang cukup dalam melaksanakan usaha pertanian organik. Namun, AMS masih membutuhkan ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural economicsid
dc.subject.ddcInvestationid
dc.titleAnalisis kelayakan investasi head lettuce dengan sistem pertanian organik : Studi kasus di PT Austindo Mitra Sarana Farm kabupaten Sukabumi propinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record