Analisis risiko portofolio unit usaha benih hortikultura dan jagung hibrida pada PT Sang Hyang Seri (Persero) regional manager I Jawa Barat UPPB Khusus Sukamandi
| dc.contributor.advisor | Fariyanti, Anna | |
| dc.contributor.author | Sofa, Ika Dwinita | |
| dc.date.accessioned | 2024-03-21T06:02:07Z | |
| dc.date.available | 2024-03-21T06:02:07Z | |
| dc.date.issued | 2001 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142805 | |
| dc.description.abstract | Salah satu kendala dalam lambatnya pengembangan komoditas hortikultura di Indonesia adalah rendahnya mutu dan ketersediaan benih yang digunakan. Oleh karena itu, salah satu wujud upaya pengembangan agribisnis hortikultura di Indonesia adalah dengan upaya pengembangan varietas unggul benih hortikultura. Upaya ini mulai terwujud dengan berdirinya perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam produksi benih unggul hortikultura, salah satunya adalah PT. Sang Hyang Seri. PT. Sang Hyang Seri (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang memproduksi benih padi bersertifikat dan palawija. Kemudian, pada musim tanam 1998/1999 PT. Sang Hyang Seri (Persero) mulai merintis suatu pilot project pengembangan unit usaha perbenihan hortikultura. Pada tahun yang sama, produksi dan pemasaran jagung hibrida yang pada awalnya berada di bawah manajemen unit usaha benih padi dan palawija akhirnya dimasukkan ke dalam unit usaha benih hortikultura. Memasuki tahun 2000 manajemen perusahaan mulai menaruh perhatian yang lebih besar terhadap unit usaha ini dan mulai membenahi manajemennya karena mampu memberi kontribusi keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan. Seperti halnya pertanian pada umumnya dan industri benih pada khususnya, unit usaha ini juga memiliki tingkat risiko usaha yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai manajemen risiko agar kerugian akibat risiko yang dihadapi dapat diantisipasi. PT. Sang Hyang Seri dihadapkan pada risiko usaha yang cukup besar, baik risiko yang berupa fluktuasi harga di pasar benih maupun risiko akibat kebijakan dan kondisi internal perusahaan. Dalam keadaan demikian, perusahaan perlu merencanakan suatu manajemen risiko dan sebagai tahap awalnya adalah identifikasi terhadap besarnya tingkat risiko yang dihadapi perusahaan. Kemudian berdasarkan hasil identifikasi risiko tersebut perusahaan perlu mengestimasi berapa tingkat expected return yang proporsional dengan tingkat risiko ..dst | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Agricultural economics | id |
| dc.subject.ddc | Education | id |
| dc.title | Analisis risiko portofolio unit usaha benih hortikultura dan jagung hibrida pada PT Sang Hyang Seri (Persero) regional manager I Jawa Barat UPPB Khusus Sukamandi | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |

