Show simple item record

dc.contributor.advisorSantosa, Edi
dc.contributor.advisorHapsari, Dhika Prita
dc.contributor.authorAryani, Nabila Syarfina
dc.date.accessioned2024-03-20T23:40:31Z
dc.date.available2024-03-20T23:40:31Z
dc.date.issued2024-02-20
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142666
dc.description.abstractBawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai prospek pasar yang sangat baik sehingga termasuk ke dalam komoditas unggulan nasional. Penggunaan varietas yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas bawang merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari penggunaan empat varietas bawang merah terhadap pertumbuhan, hasil panen, dan kebutuhan air pada tanaman bawang merah yang ditanam di lahan kering. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari hingga April 2023. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan lengkap kelompok teracak (RKLT) dengan faktor tunggal. Perlakuan dalam penelitian ini adalah diamati adalah 4 varietas bawang varietas yaitu Bima Brebes, Bauji, Tajuk,dan SS Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman pada 2 MST dan 3 MST, jumlah tunas pada 2 MST, 3 MST, 5 MST, dan 6 MST, jumlah daun pada 2 MST dan 4 MST, dan jumlah umbi. Seluruh varietas memberikan hasil yang baik untuk ditanam di lahan kering Bogor. Varietas Bauji merupakan varietas dengan proyeksi produktivitas per hektar tertinggi namun membutuhkan air yang lebih sedikit dari tanam hingga panen dibandingkan varietas Tajuk dan SS Sakato. Jumlah daun berpengaruh terhadap nilai evapotranspirasiid
dc.description.abstractShallot (Allium cepa L. var. aggregatum) is a horticultural commodity with excellent market prospects, thus being classified as a national superior commodity. The use of varieties is one way to enhance shallot productivity. This research aims to determine the influence of using four varieties of shallots on growth, harvest yield, and water requirements of shallot plants cultivated in dryland. The research was conducted at the Sawah Baru IPB Experimental Garden, Dramaga, Bogor, West Java, from February to April 2023. The research was based on a completely randomized block design with a single factor. The treatments in this study consisted of four observed shallot varieties: Bima Brebes, Bauji, Tajuk, and SS Sakato. The results of the research indicate that the variety treatment significantly influenced the plant height variable at 2 and 3 weeks after planting (WAP), the number of shoots at 2 WAP, 3 WAP, 5 WAP, and 6 WAP, the number of leaves at 2 WAP and 4 WAP, and the number of bulbs. All varieties showed good results for cultivation in dryland in Bogor Regency. The Bauji variety emerged as the most promising in terms of projected productivity per hectare, requiring significantly less water from planting to harvest compared to the Tajuk and SS Sakato varieties. The number of leaves influenced the evapotranspiration value.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Varietas terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kebutuhan Air Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) di Lahan Keringid
dc.title.alternativeVarietal Impact on Growth, Yield, and Water Requirements of Shallot (Allium cepa L. var. aggregatum) in Dryland Cultivationid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordevapotranspirasiid
dc.subject.keywordcurah hujanid
dc.subject.keywordproduktivitasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record