Analisis pembangunan wilayah berbasis pertanian sub sektor tanaman pangan dalam mempersiapkan otonomi daerah : Studi kasus Kabupaten Dati II Tapanuli Selatan, propinsi Sumatera Utara
Abstract
Penelitian dilakukan bertujuan (1) untuk mengetahui komoditi basis tanaman pangan di kabupaten Tapanuli Selatan (2) untuk mengetahui peranan komoditi basis tersebut terhadap peningkatan pendapatan wilayah (3) untuk mengetahui tingkat lokalisasi dan spesialisasi komoditi tanaman pangan (4) mengkaji peran dan fungsi kota kecamatan sebagai pusat pertumbuhan dan pelayanan (5) mengkaji peran pasar dalam pembangunan wilayah pertanian (6) mengkaji kemampuan dan kesiapan dalam mempersiapkan otonomi daerah.
Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di kabupaten Tapanuli Selatan, propinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang dilakukan adalah Location Quotient (LQ) dan Skalogram.
Hasil penelitian menunjukkan setiap kecamatan di kabupaten Tapanuli Selatan memiliki komoditi basis tanaman pangan. Kecamatan yang memiliki komoditi basis relatif lebih banyak adalah kecamatan Sosa, karena komoditi basis tersebut lebih berperan dalam wilayahnya.
Efek pengganda pendapatan di kabupaten Tapanuli Selatan berkisar antara 1.006 sampai 13.155. Komoditi tanaman pangan yang mempunyai tingkat lokalisasi tertinggi adalah padi ladang dan kacang tanah. Ketersediaan sarana-prasarana sangat mendukung pengembangan wilayah pertanian. dipenuhi. Dilihat dari fungsinya sebagai pusat suatu wilayah, kota kecamatan merupakan pusat koleksi, distribusi arus produksi, kapital, jasa yang memperlihatkan hubungan timbal balik dengan wilayah belakangnya.
Hasil analisis skalogram menunjukkan kecamatan Padang Sidimpuan Utara mempunyai sarana-prasarana terlengkap dibandingkan kecamatan lainnya. Hal ini disebabkan karena kecamatan Padang Sidimpuan Utara terletak di Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan dan sarana seperti kantor Bupati hanya terdapat di kecamatan Padang Sidimpuan Utara…dst

