Pengaruh media perkecambahan benih dan efektivitas metode pematahan dormansi pada berbagai umur penyimpanan benih terung (Solanum melongena L.) varietas te-20
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan lamanya periode after ripening, metode pematahan dormansi yang efektif dan media perkecambahan yang sesuai untuk benih terung varietas TE - 20.
Penelitian ini menggunakan rancangan petak-petak terbagi yang terdiri dari tiga faktor. Faktor I sebagai petak utama adalah tiga lot benih terung yaitu Lbenih yang baru dipanen, L2 = benih yang telah disimpan selama satu bulan dan L3 benih yang telah disimpan selama dua bulan. petak adalah media tanam yaitu M₁= kertas merang, M2 Faktor II sebagai anak pasir dan M3 = media arang sekam. Faktor III sebagai anak anak petak adalah perlakuan pematahan dormansi yaitu Po perlakuan kontrol (perendaman dalam air), P₁ = perendaman dengan KNO3 0,02%, P2 P3 = perendaman dengan GA3 100 ppm, P4 perendaman dengan KNO3 0,04%, perendaman dengan GA3 200 ppm. Perlakuan perendaman tersebut dilakukan selama 24 jam. Kombinasi perlakuan yang dihasilkan adalah sebanyak 3 x 3 x 5 = 45 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali sehingga terdapat 180 satuan percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas dorman (Va) benih terung varietas TE 20 menurun dengan semakin lamanya penyimpanan yang diindikasikan oleh peningkatan daya berkecambah benih. Hal demikian menunjukkan bahwa benih tersebut memiliki dormansi yang disebabkan oleh after ripening yang berakhir setelah benih disimpan selama 1 bulan.
Viabilitas dorman (Va) benih lot 1 yaitu benih yang baru dipanen dan tanpa perlakuan pematahan dormansi lebih tinggi daripada benih-benih lot 2 (disimpan selama 1 bulan) dan benih lot 3 (disimpan selama 2 bulan) terutama apabila benih dikecambahkan pada media kertas merang. NPP menjadi sama antar lot apabila media perkecambahannya menggunakan media arang sekam…dst

