| dc.description.abstract | Keberhasilan suatu usaha pembenihan tergantung dari ketersediaan makanan yang kontinyu dan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya, khususnya pakan alami. Pakan alami yang biasa digunakan adalah fitoplankton. lsochrysis galbana klon Tahiti merupakan fitoplankton yang biasa digunakan, karena kandungan gizi yang tinggi. Dalam pertumbuhannya lsochrysis galbana klon tahiti membutuhkan nutrien yang cukup sehingga perlu dilakukan usaha pemupukan. Media kultur alga harus mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya dan kelangsungan hidupnya, adapun unsur-unsur hara tersebut adalah unsur makro seperti C, H, 0, N, P, K, Ca, S, Mg, dan Fe dan unsur mikro, seperti Mn, Zn, B, Cu, Co, Na, Si, Mo, dan CI (Fogg, 1975). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian zeolit (sebagai penyumbang unsur mikro) dalam media komersial terhadap pertumbuhan lsochrysis galbana klon Tahiti. Penelitian berlangsung dari bulan Pebruari sampai dengan bulan April 2001, bertempat di Laboratorium Alga, Balai Budidaya Laut Lampung. Penelitian dilakukan dengan melakukan kultur murni selama 16 hari. Media kultur yang digunakan adalah pupuk komersial yang terdiri dari ZA 100 ppm TSP 30 ppm, dan UREA 10 ppm, yang dilambahkan EDTA sebanyak 5 ppm dan ditambahkan zeolit Adapun dosis zeolit yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50, 100, 150,200 ppm dan kontrol (tanpa zeolit). Parameter-parameter yang diamati adalah jumlah sel untuk mengetahui laju pertumbuhan, waktu penggandaan dan populasi maksimum, dan parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas, pH, amonia, nitrat, dan fosfat.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Analisis data menggunakan One Way Analysis Of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) Tukey pada selang kepercayaan 95.%. Parameter kualitas air dianalisa secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan Isochrysis galbana klon Tahiti. Hal ini karena zeolit mengandung unsur hara yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kepadatan populasi tertinggi dicapai oleh perlakuan 150 ppm dengan kepadatan populasi 1218.5 x 104 sellml dan diikuti oleh perlakuan zeolit 200 ppm sebesar 1122 x 104 sellml, 100 ppm sebesar 920,5 x 104 sellml, 50 ppm sebesar 833,2 x 104 sellml dan terendah pada perlakuan kontrol sebesar 805,2 x 104 sellml. Waktu maksimum atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai populasi tertinggi tercepat dicapai pada perlakuan 0 dan 50 ppm yaitu pada hari ke 11, dan diikuti oleh perlakuan zeolit 150 dan 200 ppm yaitu pada hari ke 12, dan terlama pada perlakuan 100 ppm yaitu pada hari ke 13. Waktu penggandaan tercepat dicapai pada perlakuan zeolit 150 ppm yaitu 80,61 jam, yang berarti waktu yang dibutuhkan oleh satu sel T-Iso untuk membelah menjadi dua sel anak diperlukan waktu 80,61 jam. Waktu penggandaan selanjutnya pada perlakuan 200 ppm yaitu 83,28 jam, perlakuan 50 ppm yaitu 86,89 jam, periakuan kontrol yaitu 88,32 jam, dan terlama pada perlakuan zeolit 100 ppm yaitu 98,57 jam. Hasil analisis ragam dan uji lanjutan Beda Nyata Jujur (BNJ) Tukey pada tingkat perlakuan dengan pemberian dosis zeolit yang berbeda dalam media komersial pada kultur Isochrysis galbana klon Tahiti berpengaruh nyata terhadap Waktu maksimum, laju pertumbuhan dan waktu penggandaan. Perlakuan zeolit 150 ppm dalam media komersial merupakan konsentrasi yang terbaik bagi pertumbuhan Isochrysis galbana klon Tahiti, karena menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periakuan lainnya ( populasi tertinggi, laju pertumbuhan tertinggi dan waktu penggandaan tercepat). | id |