| dc.description.abstract | Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman penting sebagai penghasil gula. Lebih dari setengah produksi gula dunia berasal dari tebu. Semula Indonesia merupakan penghasil gula dan pengekspor kedua terbesar di dunia. Tetapi setelah terjadi krisis ekonomi dunia dan Perang Dunia II, produksi gula Indonesia menurun. Kemerosotan produksi tersebut antara lain akibat menurunnya harga ekspor selama krisis ekonomi, sehingga banyak pabrik gula menderita rugi dan tutup, serta banyak pabrik gula mengalami kerusakan berat akibat Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan Indonesia.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk serta semakin meningkatnya tingkat hidup, maka kebutuhan terhadap gulapun akan semakin meningkat pula. Untuk mengatasi masalah ini Pemerintah mengimpor gula dari beberapa negara produsen dan meningkatkan produksi gula dalam negeri. Menurut Soedarsono (1981) pada tahun 1988 nanti dengan pertambahan penduduk sekitar 2.0 persen, konsumsi gula diperkirakan akan mencapai 2 975 595 ton. Sedangkan produksi dalam negeri diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 1 433 844 ton, berarti masih diperlukan penambahan sekitar 1 541 751 ton gula lagi.
Dalam rangka usaha untuk meningkatkan produksi gula, Pemerintah telah mengambil beberapa langkah, antara lain dengan mendirikan Pabrik Gula Besar (PGB) di luar Jawa disamping mendirikan Pabrik Gula Mini (PGM). Dalam bidang usahatani, sesuai Inpres No. 9 tahun 1975, telah dikembangkan Tebu Rakyat Intensifikasi. Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas ditempuh beberapa usaha, antara lain: rehabilitasi dan modernisasi hal-hal tertentu pada bidang tanaman dan pengelolaan gula. | id |