Show simple item record

dc.contributor.advisorArgasasmita, Muchtar
dc.contributor.authorKaryanto, Agus
dc.date.accessioned2024-03-14T03:27:04Z
dc.date.available2024-03-14T03:27:04Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141755
dc.description.abstractMenurut Bailey (1958) nama kuno untuk cengkeh adalah caryophyllus yang berasal dari bahasa Yunani caryophyllon (caryon = a nut, phyllon = leaf atau disebut "nut-leaf"). Dalam bahasa Persia, Bahrain atau Asia Barat lainnya, nama caryophyllon dikenal sebagai garophul, karpophul dan garafalo (Ridley dalam Sudjasaputra dan Mansjur, 1976). Nama cengkeh di Pantai Barat India adalah garaimbo, yang kemungkinan besar keturunan bahasa Arab atau Persia. Dalam bahasa Sansekerta disebut "launga" atau "loong" dan dalam bahasa Hindu adalah "laung"; yang kemudian menurunkan istilah "bunga lawang" (Malaysia dan Indonesia) untuk cengkeh. Pada pertengahan abad XX nama-nama yang dipakai di dalam The British Pharmacopeia dan Pharmaceutical Codex telah diperiksa untuk ketepatan nomenklatur oleh Dr. T. Α. Spague, dimana telah didapatkannya nama yang biasa untuk cengkeh adalah Eugenia aromatica (Linn.) Baillon. Nama genus Eugenia diambil dari nama kehormatan Pangeran Eugene dari Savoy (Bailey, 1958). Kemudian dinyatakan bahwa Eugenia aromatica tidak sesuai lagi untuk cengkeh setelah kombinasi Baillon diketahui merupakan homonim dari E. aromatica O. C. Berg dalam spesies berbeda. Suatu keterangan terakhir mengenai caryophyllata adalah kurang benar karena nama aromatica sudah terdapat ketika Thunberg membuat perubahan dalam tahun 1788.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengolahan panen dan hasil panen cengkeh di PT,Cengkeh zanzibar kebun curug kabupaten kendal jawa tengahid
dc.titlePengolahan panen dan hasil panen cengkeh di PT,Cengkeh zanzibar kebun curug kabupaten kendal jawa tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record