Show simple item record

dc.contributor.advisorTambunan, Mangara
dc.contributor.authorMasyhuri, Muhammad
dc.date.accessioned2024-03-14T01:20:45Z
dc.date.available2024-03-14T01:20:45Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141656
dc.description.abstractSebagai penghasil devisa ketiga terbesar setelah karet dan udang dari ekspor komoditi pertanian, kopi mempunyai arti penting dalam perdagangan dan perekonomian Indonesia. Selain itu kopi juga menghidupi sekitar 2 juta petani dan melibatkan total pekerja sekitar 13 juta jiwa. Dari luas areal, produksi dan ekspor kopi, terlihat laju peningkatannya dari tahun ke tahun yang menempatkan Indonesia pada posisi ketiga sebagai negara produsen dan peng-eskpor kopi terbesar di dunia. Tetapi keadaan di atas belum diimbangi dengan mutu kopi yang rendah yang diupayakan dan diusahakan terus menerus perbaikannya melalui kebijaksanaan standardisasi mutu kopi yang diterapkan oleh Departemen Perdagangan. Kebijaksanaan tersebut adalah kebijaksanaan standar- disasi mutu kopi dengan Sistem Nilai Kotor (SNK) yang mengklasifikasikan mutu kopi berdasarkan cacatnya tanpa dikaitkan dengan rasa dan aroma kopi serta diberlakukan sejak tahun 1978 sampai tahun 1982. Pada tahun 1983 standardisasi mutu kopi dengan SNK ini diperbaiki dengan menerapkan standardisasi mutu kopi berdasarkan Sistem Nilai...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh standarisasi mutu kopi terhadap mutu ekspor, efisiensi tataniaga dan kesejahteraan petani kopi pada tiga sentra produksi kopi di Indonesiaid
dc.titlePengaruh kebijakan standarisasi mutu kopi terhadap mutu ekspor, efisiensi tataniaga dan kesejahteraan petani kopi pada tiga sentra produksi kopi di Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record