Show simple item record

dc.contributor.advisorLimbong, Wilson H.
dc.contributor.authorSetyawira, Cecep
dc.date.accessioned2024-03-13T03:30:17Z
dc.date.available2024-03-13T03:30:17Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141506
dc.description.abstractTercapainya swasembada beras nasional pada tahun 1985 merupakan bukti dari keberhasilan usaha peningkatan produksi yang telah dirintis secara terpadu sejak tahun 1965 melalui program intensifikasi BIMAS. Kenaikan produksi dan produktivitas beras selama ini, ternyata tidak dibarengi dengan meningkatnya kesejahteraan petani, khususnya petani padi. Menurut Mubyarto (1987), tingkat pendapatan riil petani padi ternyata mengalami penurunan berdasarkan menurunnya nilai tukar gabah terhadap barang-barang konsumsi dan sarana produksi selama 10 tahun terakhir ini. Hal ini kelak akan mendorong petani untuk mengganti padi dengan komoditi alternatif yang dirasakan lebih menguntungkan. Pada akhirnya kelestarian swasembada beras nasional juga akan terancam. Dalam usaha meningkatkan tingkat pendapatan riil реtani padi dan 'menahan' petani untuk tetap menanam padi, maka diperlukan kajian-kajian yang bersifat mikro untuk menemukan peluang-peluang meningkatkan pendapatan petani, baik secara nominal maupun riil. Dalam konteks tujuan inilah praktek lapang ini dilaksanakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnalisis keuntungan usaha peningkatan kualitas dan penyimpanan gabah di tingkat petani$bstudi kasus di WKPP Bojongkeding Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Baratid
dc.titleAnalisis keuntungan usaha peningkatan kualitas dan penyimpanan gabah di tingkat petani : studi kasus di WKPP Bojongkeding Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record