Show simple item record

dc.contributor.advisorYuhana, Munti
dc.contributor.advisorWidanarni
dc.contributor.authorErmawati, Rikha Putri
dc.date.accessioned2024-03-12T23:58:40Z
dc.date.available2024-03-12T23:58:40Z
dc.date.issued2024-03
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141327
dc.description.abstractUdang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas unggulan perikanan dengan nilai ekonomis tinggi dan nilai produksi yang terus meningkat.Meskipun memiliki tren produksi yang cenderung meningkat beberapa tahunterakhir, kegiatan budidaya udang vaname masih terkendala serangan penyakit baik itu dari virus, bakteri maupun fungi yang dapat menyebabkan rendahnya nilai kinerja produksi. Aplikasi sinbiotik dual spesies probiotik dalam bentuk mikrokapsul menjadi salah satu alternatif dalam usaha peningkatan kinerja produksi dan respons imun pada udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian mikrokapsul sinbiotik dual spesies probiotik dengan dosis berbeda melalui pakan terhadap kinerja produksi dan respons imun udang vaname dalam pengujian lapang, sebagai lanjutan dari penelitian skala laboratorium. Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname dengan bobot rata-rata 4,11±0,05 g. Penelitian terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan yaitu perlakuan mikrokapsul sinbiotik SIN 0,5 (dosis 0,5%), SIN 1 (dosis 1%), SIN 1,5 (dosis 1,5%) dan SIN 0 (dosis 0%) sebagai kontrol. Mikrokapsul sinbiotik terdiri dari prebiotik mannanoligosakarida (Bio-MOS) dan probiotik dual spesies Pseudoalteromonas piscisida (1UB) + Bacillus cereus (BR2). Pemeliharaan dan perlakuan pakan dilaksanakan selama 60 hari (Day of culture/DOC 60), dengan frekuensi pakan 4 kali sehari (Pukul 07.00, 11.00, 15.00 dan 19.00 WIB) dengan feeding rate dari 4% menjadi 2% (w/w). Parameter yang diukur meliputi kinerja produksi (tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan rasio konversi pakan (RKP)), total kelimpahan bakteri usus (total bacterial count (TBC), 1UB TetR count dan BR2 TetR count), total bakteri Vibrio usus dan hepatopankreas (koloni kuning dan hijau), respons imun (total hemocyte count (THC), differential hemocyte count (DHC), respiratory burst (RB), aktivitas phenoloxidase (PO) dan aktivitas fagositik (AF)), histopatologi usus dan hepatopankreas, monitoring kualitas air harian (DO, suhu dan pH) dan per 10 hari (amonia (NH3), nitrit (NO2-), total organic matter (TOM), alkali, kesadahan, totalVibrio count (TVC)). Pemberian pakan dengan mikrokapsul sinbiotik mampu meningkatkan nilai TKH dan LPS serta menurunkan nilai RKP apabila dibandingkan dengan kontrol. Nilai TKH pada perlakuan SIN 0, SIN 0,5, SIN 1 dan SIN 1,5 memiliki nilai secara berurutan 62,25±3,86%; 72,25±2,63%; 83,25±3,40% dan 93,50±1,30%. Nilai LPS pada perlakuan SIN 0; SIN 0,5; SIN 1 dan SIN 1,5 menunjukkan nilai laju pertumbuhan spesifik secara berurutan 4,33±0,03%/hari; 4,48±0,04%/hari; 4,64±0,01%/hari dan 4,83±0,01%/hari. Nilai RKP pada perlakuan SIN 0, 0,5, 1 dan 1,5 menunjukkan nilai secara berurutan 1,85±0,05; 1,56±0,04; 1,34±0,04 dan 1,16±0,02. Respons imun dengan parameter THC, RB, PO mengalami penurunan pada hari ke-10, dan terus mengalami peningkatan hingga hari ke-60, dengan nilai THC, RB dan PO pada perlakuan suplementasi mikrokapsul sinbiotik menunjukkan nilai yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Sementara itu untuk AF pada hari ke-10 hanya perlakuan SIN 0 dan SIN 0,5 yang mengalami penurunan, dan dilanjutkan dengan peningkatan hingga hari ke-60. Untuk nilai DHC pada penelitian ini memiliki nilai yang relatif tidak berbeda nyata antara perlakuan suplementasi mikrokapsul sinbiotik dengan kontrol. Nilai TBC pada awal penelitian tidak berbeda nyata pada semua perlakuan dengan rata-rata 6,43±0,06 log CFU/mL dan mengalami peningkatan hingga hari ke-60, dengan nilai TBC akhir pada SIN 0; SIN 0,5; SIN 1 dan SIN 1,5 secara berurutan 7,76±0,01 log CFU/mL; 8,56±0,01 log CFU/mL ; 9,41±0,01 log CFU/mL dan 9,90±0,01 log CFU/mL. Pada akhir penelitian, kelimpahan BR2 TetR dan 1UB TetR tertinggi terdapat pada SIN 1,5 (BR2 TetR= 7,72±0,01 log CFU/mL; 1UB TetR= 7,26±0,01 log CFU/mL), dilanjutkan SIN 1 (BR2 TetR= 6,56±0,01 log CFU/mL; 1UB TetR= 6,17±0,01 log CFU/mL) dan SIN 0,5 (BR2 TetR=5,14±0,01 log CFU/mL; 1UB TetR= 4,82±0,02 log CFU/mL). Nilai TVC awal pemeliharaan tidak berbeda nyata dengan nilai rata-rata organ usus 6,65±0,71 log CFU/mL (koloni kuning= 3,92±0,49 log CFU/mL; koloni hijau= 2,73±0,26 log CFU/mL) dan organ hepatopankreas 6,58±0,68 log CFU/mL (koloni kuning=3,62 ± 0,47 log CFU/mL; koloni hijau= 2,96±0,23 log CFU/mL). Pada akhir pemeliharaan (DOC 60) nilai TVC terendah terdapat pada perlakuan SIN 1,5 dengan nilai pada organ usus 5,03±0,12 log CFU/mL (koloni kuning= 2,43±0,09 log CFU/mL; koloni hijau= 2,60±0,09 log CFU/mL) dan organ hepatopankreas 5,00±0,15 log CFU/mL (koloni kuning= 2,46±0,12 log CFU/mL; koloni hijau= 2,54±0,07 log CFU/mL). Hasil histopatologi udang vaname di akhir pemeliharaan menunjukkan organ hepatopankreas dan usus mengalami kerusakan jaringan pada semua perlakuan kecuali perlakuan SIN 1,5 yang tidak menunjukkan kelainan. Hasil histopatologi organ hepatopankreas pada perlakuan SIN 1,5 menunjukkan tidak ada kerusakan pada sel blasenzellen, restzellen, fibrious dan tubulus distal dapat diamati. Histopatologi usus pada perlakuan SIN 1,5 menunjukkan hasil vili yang teratur dan rapat apabila dibandingkan dengan kontrol. Kualitas air harian tercatat sesuai dengan standar baku dengan nilai suhu, pH, dan DO dari 24 hingga 33℃; 7,5 hingga 8,5 dan 5,41 hingga 6,94 mg/L, secara berurutan. Data kualitas air per 10 hari juga menunjukkan nilai yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia no 75 (2016) dengan rentang salinitas 26-28 g/L, NH3 0 mg/L, NO2-0 mg/L, TOM 76-90 mg/L, alkali 100-125 mg/L, kesadahan 4.600-6.300 mg/L. TVC pada air menunjukkan nilai yang berada di atas standar 1x103 CFU/mL. Suplementasi mikrokapsul sinbiotik dual spesies melalui pakan dapat meningkatkan kinerja produksi, respons imun dan menekan Vibrio sp. selama 60 hari pemeliharaan, dengan dosis terbaik terdapat pada SIN 1,5 dengan frekuensi pemberian setiap hari.id
dc.language.isoidid
dc.titleSuplementasi Sinbiotik Dual Spesies Probiotik pada Kinerja produksi dan Respons Imun Udang Vaname dalam Pengujian Lapangid
dc.title.alternativeDual Species Probiotic Synbiotic Supplementation on Production performance and Immune Response of Vaname Shrimp in Field Testingid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLitopenaeus vannameiid
dc.subject.keywordmikroenkapsulasiid
dc.subject.keywordsinbiotikid
dc.subject.keywordskala lapangid
dc.subject.keywordVibrio sp.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record