Show simple item record

dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.authorHarahap, Berry A.
dc.date.accessioned2024-03-08T08:09:07Z
dc.date.available2024-03-08T08:09:07Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141310
dc.description.abstractSalah satu upaya meningkatkan kontribusi sektor pertanian adalah dengan pengembangan produksi hortikultura. Pada PJPT II, seperti yang telah dirumuskan dalam GBHN, bahwa pembangunan pertanian hortikultura ditumbuh-kembangkan menjadi agribisnis dalam rangka memanfaatkan peluang dan keunggulan komparatif yang dimiliki. Peluang pasar bagi komoditi ini juga menunjukkan prospek yang sangat cerah. Permintaan dalam negeri untuk komoditi buah-buahan meningkat rata-rata 34.73 persen selama Pelita IV. Selain itu juga, hal ini juga didukung dengan kenyataan masih rendahnya konsumsi buah- buahan perkapita per tahun. Komoditi buah-buahan memiliki sifat mudah rusak (perishable), meruah (voluminous/bulky) serta memiliki keragaman yang besar dalam ukuran, warna, mutu dan jumlah. Selain itu, fungsi-fungsi pemasaran sering tidak berjalan seperti yang diharapkan sehingga mengakibatkan rendahnya efisiensi pemasaran komoditi ini. Jenis resiko yang ditanggung oleh perusahaan pemasok buah- buahan meliputi: (a) resiko kerusakan buah yang besarnya sekitar 5 15 persen (b) resiko bunga modal karena terlambatnya pembayaran dari pengecer. Hal ini menyebabkan tiga implikasi pada pemasok yaitu modal kerja semakin tinggi, perputaran modal yang rendah dan meningkatnya biaya modal. Penanggulangan yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperkecil tingkat resiko yang dihadapi dapat dilakukan secara informal dengan melakukan strategi diversifikasi. Dalam rangka mempertahankan eksistensinya, perusahaan pemasok komoditi buah-buahan menghadapi berbagai masalah. Bertambahnya jumlah perusahaan yang masuk dalam bisnis ini menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Dalam kerangka pemikiran agribisnis maka perusahaan juga harus mampu menguasai sumber produksinya selain penguasaan pemasarannya. Hal ini tentunya menimbulkan suatu ketertarikan tersendiri untuk diteliti bagaimana perusahaan tersebut. dapat mempertahankan eksistensinya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleOptimalisasi resiko portopolio diversifikasi pemasaran buah-buahan dengan model single-index portopolio : Pada PT. Moena Putra Nusantara Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record