Show simple item record

dc.contributor.advisorBratamihardja, A.Soebijo
dc.contributor.authorDefriana, Desra Hilda
dc.date.accessioned2024-03-07T06:57:25Z
dc.date.available2024-03-07T06:57:25Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141223
dc.description.abstractIndustri perbankan merupakan salah satu dunia usaha yang mengembangkan misi dan tanggung jawab dalam memberikan jasa pelayanan keuangan dan lainnya kepada masyarakat. Menurut Gie (1998), perbankan adalah jantungnya ekonomi, yang ibaratnya mengumpulkan darah dan memompakan lagi ke seluruh organ dan bagian tubuh, maka kalau perbankan yang berfungsi sebagai pompa ekonomi tidak beres, perekonomian akan terganggu. Sebelum adanya Paket Kebijaksanaan Oktober 1988, pertumbuhan perbankan di Indonesia masih relatif lambat, karena pada saat itu izin pendirian bank baru sangat sulit diperoleh oleh masyarakat dan dunia usaha. Kondisi tersebut berubah setelah dikeluarkannya Pakto 1988 yang memungkinkan masyarakat dan dunia usaha mendirikan bank dan membuka cabang-cabang baru, sehingga sejak periode tersebut perkembangan dan pertumbuhan jumlah dan kantor bank meningkat pesat. Akan tetapi, perkembangan perbankan yang secara kuantitas meningkat dengan pesat, tidak diikuti oleh kualitas perbankan terutama faktor kesehatan bank yang tercermin dari besarnya kredit bermasalah dan rendahnya CAR (Capital Adequacy Ratio). Meskipun, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan perkembangan kegiatan perbankan seperti Pakjan 1990 dan Paktri 1991. Berdasarkan Paket Kebijaksanaan 28 Februari 1991 (Paktri 1991), pemerintah menetapkan instrumen Tingkat Kesehatan Bank (TKB) untuk mengawasi dan mengendalikan perbankan nasional. Penilaian TKB dilaksanakan oleh Bank Indonesia setiap tahun terhadap bank umum dengan menilai faktor-faktor penilaian TKB yang mencakup permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas. Pada tahun 1996, PT Bank Patriot memperoleh nilai "cukup sehať" untuk kesehatannya, dimana pada tahun sebelumnya perusahaan memperoleh nilai "sehať". Namun, pada bulan April 1998 PT Bank Patriot telah menjadi salah satu bank yang versity berada dalam penyehatan BPPN. Apabila dilihat dari perkembangan kesehatan PT Bank Patriot yang dalam jangka pendek terus menurun, maka mencari model penilaian kesehatan yang mampu memberikan informasi/wawasan jangka menengah dan jangka panjang dapat menjadi masukan/dasar bagi perusahaan dalam pencapaian tujuan kelangsungan hidup jangka panjang terutama untuk proses perbaikan kinerja perusahaan. Salah satu alat analisa untuk menilai kesehatan/kinerja perusahaan yang dapat memberikan wawasan jangka menengah dan panjang adalah Metode Analisa Rasio Radar, milik Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan PT Bank Patriot pada periode tahun 1995-1997, menganalisis posisi dan persaingan PT Bank Patriot dalam peer group, menganalisis kesehatan PT Bank Patriot dengan tolok ukur standar model serta menginventerisir indikator penyebab ketidaksehatan bank untuk proses perbaikan…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcFinancingid
dc.titleAplikasi metode radar dalam menilai kesehatan Bank : Studi kasus di PT.Bank Patriot, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record